BLORA, (blora-ekspres.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol Eddy Hartono, menegaskan bahwa potensi penyebaran jaringan terorisme di Kabupaten Blora saat ini masih dalam kondisi aman.
“Di Blora masih dalam kondisi aman,” ujar Eddy seusai menghadiri penandatanganan nota kesepakatan (MoU) dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi se-Kabupaten Blora, yang digelar di Aula Setda Blora, Kamis (20/11/2025).
Meski demikian, Eddy mengingatkan agar pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, hingga masyarakat tidak bersikap lengah. Ia menilai posisi geografis Blora yang berbatasan dengan wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki potensi dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan jaringan terorisme.
“Kita tidak boleh lengah. Blora dikelilingi beberapa daerah, jangan sampai dijadikan daerah perlintasan,” tegas Eddy.
Eddy juga mengungkapkan bahwa kelompok yang paling rawan terpengaruh paham radikalisme dan terorisme adalah perempuan dan anak. Karena itu, BNPT melalui tim koordinasi nasional terus melakukan langkah pencegahan di sekolah, rumah tangga, hingga perguruan tinggi.
“Perempuan dan anak ini rentan, gampang dipengaruhi. Itu terkait faktor psikologis, emosi, perilaku, dan pola pikir,” jelas Eddy.
BNPT, lanjut Eddy, telah mempelajari pola rekrutmen kelompok terorisme yang menyasar kelompok rentan tersebut melalui berbagai strategi kaderisasi.
Selain faktor psikologis, Eddy menyoroti peran buku dan literatur sebagai media penyebaran paham radikal. Beberapa di antaranya ditulis oleh warga negara Indonesia yang pernah bergabung dengan jaringan ISIS.
“Sekarang tidak lagi hanya buku cetak. Sudah ada e-book, tinggal download. Kita sudah lakukan take down, tapi selalu muncul lagi,” ujar Eddy.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 serta Asta Cita Presiden yang dijabarkan dalam RPJMN 2025–2029, Eddy menegaskan pentingnya penerapan rencana aksi nasional hingga tingkat daerah.
“Pemda diharapkan dapat melakukan aksi daerah untuk pencegahan aksi terorisme,” kata Eddy.
Eddy juga berharap perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam membangun kesiapsiagaan nasional, melakukan pembinaan masyarakat, serta menggelar kajian tentang terorisme.
“Nantinya setiap wilayah dapat melakukan mitigasi pencegahan secara komprehensif,” tambah Eddy.
Eddy menilai pimpinan daerah di Kabupaten Blora cukup responsif terhadap isu terorisme. Hal itu terlihat dari hadirnya Kapolres, Dandim, hingga Ketua Pengadilan Negeri dalam acara penandatanganan MoU tersebut.
“Setiap wilayah bisa melakukan upaya mitigasi dari hulu hingga hilir. Kuncinya ada di tingkat kabupaten dan desa. Semua masyarakat harus sadar dan peduli terhadap upaya pencegahan,” tegas Eddy.
Eddy menutup dengan pesan agar masyarakat tetap waspada dan tidak memberi ruang bagi berkembangnya ideologi terorisme.
“Jangan sampai paham terorisme masih ada di tengah-tengah masyarakat kita,” pungkas Kepala BNPT RI.***











