Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPEMERINTAHAN

Wakil Bupati Blora :  Penanganan HIV Tidak Boleh Kendor

×

Wakil Bupati Blora :  Penanganan HIV Tidak Boleh Kendor

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BLORA, (blora-ekspres.com) – Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Senin (1/12/2025).

Acara turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edy Widayat, Ketua TP PKK Blora, Ainia Shalichah, serta ibu-ibu dari Gerakan Organisasi Wanita (GOW).

Ayo Ikutan...!!!
Example 300x600

Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini menekankan pentingnya tema peringatan tahun ini, yaitu “Overcoming Disruption, Transforming the AIDS Response” secara global, dan “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV” secara nasional. Tema tersebut mengingatkan bahwa berbagai disrupsi global, dinamika sosial, dan tantangan pendanaan tidak boleh menghambat upaya mencapai target Ending AIDS 2030.

“Justru sebaliknya, kita harus bangkit, beradaptasi, dan melakukan transformasi menyeluruh dalam sistem layanan HIV/AIDS agar semakin kuat, responsif, dan mampu menjangkau seluruh masyarakat,” ujar Sri Setyorini.

Budhe Rini menegaskan bahwa tema ini menyoroti pentingnya memperkuat tata kelola kesehatan, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memberdayakan komunitas sebagai mitra utama. Hal ini dibutuhkan agar layanan HIV/AIDS di Kabupaten Blora tetap inklusif, manusiawi, dan mudah diakses, terutama bagi kelompok rentan.

Pemerintah Kabupaten Blora juga berkomitmen menghapus stigma dan diskriminasi, memperluas jangkauan pemeriksaan, pengobatan, serta dukungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Setyorini memaparkan perkembangan kasus HIV/AIDS di Blora. 213 kasus pada 2022, 190 kasus pada 2023, 212 kasus pada 2024, dan 145 kasus pada 2025, mengalami penurunan signifikan. Dari total kasus 2025, 21% merupakan pendatang, dan 58% berasal dari kelompok usia produktif 25–49 tahun.

“Angka-angka ini memberi pesan jelas bahwa penanganan HIV tidak boleh kendor. Kita harus terus memperkuat pengawasan, memperluas edukasi, mendorong deteksi dini, memastikan keberlanjutan pengobatan, dan menciptakan lingkungan yang bebas stigma,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, relawan, komunitas peduli HIV, serta para pemangku kepentingan. “Perjuangan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor—pemerintahan, dunia pendidikan, tokoh agama, organisasi pemuda, hingga keluarga—untuk memastikan keberlanjutan layanan dan melindungi kelompok rentan dari risiko penularan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Blora, Ainia Shalichah, mengajak peserta untuk tetap menjaga harapan dan menguatkan diri. “Allah SWT tidak melihat jabatan, status, sehat atau sakitnya kita. Yang dilihat adalah hati kita dan bagaimana kita menjalani kehidupan dengan ikhlas dan tetap berusaha,” ujar Ainia.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan layanan HIV, termasuk akses obat, konseling, dan pendampingan psikososial, serta memastikan penyintas mendapatkan layanan tanpa diskriminasi.

“Organisasi dan komunitas harus menjadi wadah yang aman dan inklusif. Tempat kita saling berbagi, saling mendengarkan, dan saling menguatkan,” ungkapnya.***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *