BLORA, (blora-ekspres.com) – Kabar baik bagi para pencari kerja. Sebanyak 7.439 lowongan pekerjaan dari 34 perusahaan tersedia dalam ajang Blora Job Fair 2026 yang digelar di GOR Mustika Blora, Rabu (10/06/2026).
Sejak pagi, ratusan pencari kerja tampak memadati lokasi untuk mencari peluang kerja yang sesuai dengan minat dan kompetensi mereka. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Blora yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Blora, Komang Gede Irawadi, bersama jajaran Forkopimda dan OPD terkait.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora, Endro Budi Darmawan, mengatakan Job Fair 2026 berlangsung selama dua hari dan melibatkan perusahaan dari dalam maupun luar daerah.
“Ada 34 perusahaan dengan total 7.439 lowongan pekerjaan yang ditawarkan. Kami mengajak masyarakat Blora memanfaatkan kesempatan emas ini untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Endro, berbagai posisi tersedia mulai dari administrasi, sumber daya manusia (HRD), desain grafis, auditor, sales, kasir, customer service, hingga driver. Sejumlah perusahaan besar yang ikut berpartisipasi di antaranya PT Pungkook Indonesia, PT Parkland World Indonesia, PT Cakra Naga Furniture, PT Indomarco Prismatama, serta sejumlah perusahaan perbankan.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bupati dan Wakil Bupati Blora bertajuk “Golek Gawean Gampang”, yang bertujuan mempermudah masyarakat mendapatkan pekerjaan sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan.
“Hingga hari pertama, sudah ada 1.004 pencari kerja yang mendaftar. Mayoritas merupakan lulusan SMA, SMK, dan fresh graduate. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah hingga besok,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Blora Komang Gede Irawadi, saat membacakan sambutan Bupati Blora, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Job Fair 2026.
Menurutnya, ribuan lowongan yang tersedia menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Blora.
“Job Fair ini menjadi solusi strategis untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara langsung. Perusahaan bisa melakukan seleksi awal, sementara pencari kerja dapat memilih peluang yang sesuai dengan kompetensinya,” kata Komang.
Ia menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga pendidikan.
“Untuk adik-adik pencari kerja, manfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kompetensi, etos kerja yang tinggi, dan semangat pantang menyerah,” pesannya.
Ke depan, Pemkab Blora berencana mengembangkan Job Fair berbasis digital yang dapat diakses sepanjang tahun melalui website. Sistem tersebut diharapkan mampu menyediakan informasi lowongan kerja secara lebih cepat, mudah, dan selalu diperbarui.
“Ke depan Job Fair tidak hanya bersifat manual seperti sekarang, tetapi juga digital sehingga informasi lowongan kerja dapat diakses kapan saja oleh masyarakat,” pungkasnya.
Salah seorang pencari kerja, Aditya (20), warga Kecamatan Japah, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia datang bersama tiga rekannya untuk mencari informasi lowongan yang sesuai.
“Tadi pagi saya datang bersama tiga teman. Setelah mendaftar online melalui barcode, kami bisa masuk ke area bursa kerja. Semoga ada lowongan yang cocok dan saya bisa segera mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.***











