Berita

Pembangunan Pasar Ngawen Molor, Progres Baru 80 Persen

×

Pembangunan Pasar Ngawen Molor, Progres Baru 80 Persen

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com)  – Proyek pembangunan Pasar Ngawen di Kabupaten Blora belum rampung meski masa kontrak telah berakhir pada 14 Juli 2026. Hingga Kamis (23/07/2026), progres pekerjaan baru mencapai sekitar 80 persen sehingga kontraktor memperoleh tambahan waktu selama 30 hari untuk menuntaskan pembangunan pasar senilai Rp30 miliar tersebut.

Pembangunan Pasar Ngawen dikerjakan oleh PT Joglo Multi Ayu dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender atau sekitar delapan bulan. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir, mulai dari pemasangan atap, pekerjaan finishing, hingga instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Tim Leader Manajemen Konstruksi (MK) proyek Pasar Ngawen dari PT Arss Baru KSO bersama Giri Nusa Konsultan, Yana Nuryana, mengatakan progres fisik pembangunan terus dikejar agar dapat selesai sesuai waktu tambahan yang diberikan.

“Saat ini progres pembangunan sudah sekitar 80 persen. Pekerjaan yang masih berjalan meliputi pemasangan atap, finishing, serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing,” ujar Yana, Kamis (23/07/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan kontrak awal proyek seharusnya selesai pada 14 Juli 2026. Namun karena pekerjaan belum tuntas, pihak pemilik proyek memberikan perpanjangan waktu selama 30 hari agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.

“Kontrak awal berakhir pada 14 Juli 2026. Selanjutnya, dari pihak owner diberikan tambahan waktu penyelesaian selama 30 hari,” jelasnya.

Menurut Yana, keterlambatan penyelesaian proyek dipicu oleh tersendatnya pasokan material ke lokasi pekerjaan. Produksi dan distribusi material mengalami hambatan sehingga sejumlah item pekerjaan tidak dapat dikerjakan sesuai jadwal.

“Kendala utamanya ada pada pengadaan material. Produksi dan mobilisasi material mengalami keterlambatan sehingga pasokan ke lokasi proyek tidak bisa datang sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlambatan material turut berdampak pada jumlah tenaga kerja di lapangan. Pekerja tidak dapat dimaksimalkan karena harus menyesuaikan ketersediaan bahan bangunan.

“Kalau material sudah datang, jumlah pekerja bisa ditambah sehingga progres pekerjaan juga akan lebih cepat. Itu yang menjadi salah satu alasan diberikan tambahan waktu penyelesaian,” katanya.

Meski demikian, pihak manajemen konstruksi optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target tambahan yang telah disepakati. Pengawas proyek terus mendorong kontraktor mempercepat pengadaan material, menambah tenaga kerja, serta mengoptimalkan peralatan agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.

“Insyaallah dalam sisa waktu ini pekerjaan akan kami kejar sesuai target. Kami terus mendorong kontraktor mempercepat pengadaan material, menambah tenaga kerja, dan mengoptimalkan alat kerja agar pembangunan selesai tepat waktu dengan hasil yang baik,” pungkas Yana.***