BLORA, (blora-ekspres.com) – Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora membukukan kinerja positif pada semester pertama tahun 2026. Selama periode Januari hingga Juni, perusahaan daerah tersebut berhasil mencatatkan laba sekitar Rp1,7 miliar di tengah tantangan meningkatnya biaya pengolahan air baku akibat pencemaran limbah tekstil di Bengawan Solo.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono menegaskan, capaian laba tersebut tidak membuat perusahaan mengendurkan fokus terhadap pelayanan. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan air bersih kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama.
“Hingga semester pertama ini laba perusahaan sekitar Rp1,7 miliar. Namun yang menjadi prioritas kami tetap pelayanan kepada pelanggan,” ujar Yan, Jum’at (24/07/2026).
Yan menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini berasal dari kualitas air baku Bengawan Solo yang beberapa kali terdampak pencemaran limbah tekstil. Kondisi tersebut membuat instalasi pengolahan air (IPA) harus bekerja lebih optimal agar kualitas air yang disalurkan kepada masyarakat tetap memenuhi standar.
Menurut Yan, ketika kualitas air baku menurun, perusahaan harus meningkatkan proses pengolahan, mulai dari penambahan dosis bahan kimia hingga memperketat pengawasan kualitas air pada setiap tahapan produksi.
“Kalau kondisi air baku menurun akibat limbah, proses pengolahannya tentu lebih serius. Yang terpenting kualitas air yang diterima pelanggan tetap aman dan layak digunakan,” kata Yan.
Yan menambahkan, upaya tersebut memang berdampak pada meningkatnya biaya operasional pengolahan air. Meski demikian, Perumda Tirta Amerta memilih tetap mengedepankan kualitas pelayanan dibanding melakukan efisiensi yang berpotensi menurunkan mutu air bersih.
Selain menjaga kualitas air, perusahaan juga terus melakukan pemeliharaan jaringan distribusi secara berkala serta mempercepat penanganan setiap gangguan pelayanan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih tetap mengalir lancar kepada pelanggan di seluruh wilayah pelayanan.
“Memang ada kenaikan biaya operasional ketika kualitas air baku menurun, tetapi kami tidak akan mengurangi standar pengolahan hanya untuk menekan biaya. Prioritas kami adalah memastikan pelanggan tetap menerima air bersih yang aman dan berkualitas. Karena itu, kami juga terus melakukan pemeliharaan jaringan serta mempercepat penanganan setiap gangguan agar distribusi air tetap lancar,” terang Yan.
Lebih lanjut, Yan mengaku, optimistis kinerja perusahaan akan tetap terjaga hingga akhir tahun. Kondisi keuangan yang positif dinilai menjadi modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
“Target kami bukan hanya mengejar laba, tetapi memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan air bersih yang berkualitas, meski tantangan pengolahan air baku semakin besar,” tegas Yan.
Dengan capaian laba pada semester pertama tersebut, Perumda Air Minum Tirta Amerta Blora berharap dapat terus memperkuat pelayanan kepada pelanggan sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan air bersih di tengah tantangan kualitas air baku yang semakin kompleks.
“Kami optimistis kinerja perusahaan tetap terjaga hingga akhir tahun. Dengan kondisi keuangan yang sehat, kami akan terus berinvestasi pada peningkatan pelayanan agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkas Yan.***











