Berita

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kesehatan, Dinkes Blora Ingatkan Warga Waspadai Dehidrasi hingga Heat Stroke

×

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kesehatan, Dinkes Blora Ingatkan Warga Waspadai Dehidrasi hingga Heat Stroke

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga sengatan panas (heat stroke) yang dapat mengancam jiwa.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, membatasi aktivitas di bawah terik matahari, serta mengenali gejala gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edy Widayat, mengatakan cuaca panas tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh dan memperberat kondisi kesehatan, terutama pada kelompok rentan.

“Yang paling penting, masyarakat jangan sampai mengalami dehidrasi. Perbanyak minum air putih dan jangan menunggu sampai merasa haus untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh,” ujar Edy saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis (15/10/2026).

Edy menjelaskan, kebutuhan air putih bagi orang dewasa dalam kondisi normal umumnya sekitar dua liter per hari. Namun, kebutuhan tersebut dapat meningkat ketika seseorang banyak beraktivitas, berkeringat, atau berada di lingkungan bersuhu tinggi.

Selain dehidrasi, masyarakat perlu mewaspadai heat exhaustion yang ditandai dengan pusing, mual, sakit kepala, kram otot, tubuh lemas, dan keringat berlebih. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Adapun heat stroke merupakan kondisi darurat medis yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh secara ekstrem, gangguan kesadaran atau kebingungan, serta kulit yang terasa panas. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera.

“Jangan mengabaikan gejala seperti pusing, mual, lemas, atau kram otot setelah terpapar panas. Segera hentikan aktivitas, pindah ke tempat yang lebih sejuk, dan lakukan penanganan yang diperlukan,” tegas Edy.

Menurut Edy, paparan panas berlebihan juga dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, seperti gangguan jantung dan diabetes. Kehilangan cairan dalam jumlah besar pun berisiko mengganggu fungsi ginjal.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), orang dengan penyakit kronis, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, Dinkes Blora menyarankan masyarakat menjadikan air putih sebagai pilihan utama. Konsumsi cairan perlu dilakukan secara berkala, terutama ketika cuaca terik atau setelah melakukan aktivitas yang menyebabkan banyak berkeringat.

Selain air putih, cairan elektrolit dapat membantu menggantikan mineral yang hilang melalui keringat. Oralit digunakan terutama untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare atau kondisi lain yang sesuai dengan indikasinya, sedangkan minuman elektrolit dapat dipertimbangkan setelah aktivitas fisik berat.

Air kelapa dan buah-buahan segar yang mengandung banyak air juga bisa menjadi pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sementara itu, jus buah tanpa tambahan gula dapat memberikan asupan cairan dan vitamin.

Meski demikian, masyarakat tidak dianjurkan mengandalkan minuman manis sebagai sumber hidrasi utama. Bagi orang yang memiliki pembatasan cairan atau gangguan ginjal dan jantung, kebutuhan cairan sebaiknya disesuaikan dengan anjuran tenaga medis.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat diminta mengurangi paparan langsung sinar matahari, khususnya saat suhu terasa paling menyengat. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dijadwalkan pada pagi atau sore hari jika memungkinkan.

Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan topi atau payung, mengenakan pakaian berbahan ringan dan longgar, serta memakai tabir surya minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian.

Masyarakat juga perlu beristirahat secara berkala di tempat teduh atau ruangan yang lebih sejuk. Pekerja luar ruangan diminta memperhatikan kondisi tubuh dan tidak memaksakan diri ketika mulai mengalami tanda-tanda kelelahan akibat panas.

Edy menegaskan, langkah pencegahan sederhana tersebut penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan selama cuaca panas berlangsung.

“Jaga kondisi tubuh, cukupi kebutuhan air putih, dan kurangi aktivitas di bawah terik matahari. Jika muncul gejala yang mengarah pada gangguan akibat panas, segera cari pertolongan medis,” tegas Edy.

Dinkes Blora berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tubuh selama periode cuaca panas. Kewaspadaan sejak dini diperlukan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan.

Jangan anggap sepele cuaca panas. Jaga kondisi tubuh, cukupi kebutuhan cairan, dan segera cari pertolongan medis jika muncul gejala gangguan kesehatan akibat panas,” harap Edy. ***(Ely/Dinkominfo)