BLORA, (blora-ekspres.com) – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Blora setelah salah satu jamaah haji kloter 46 asal Blora, Sutrisno Agus Widodo, dilaporkan wafat saat perjalanan menuju Tanah Suci, Jumat (08/05/2026) siang.
Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, masyarakat, hingga Pemerintah Kabupaten Blora.
Almarhum merupakan warga Dukuh Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo yang masih memiliki hubungan kekerabatan Bupati Blora, Arief Rohman tersebut, diketahui meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit di Medan, Sumatera Utara, setelah mengalami gangguan pernapasan ketika pesawat transit untuk pengisian bahan bakar.
Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora mengaku sangat terkejut karena saat prosesi pelepasan jamaah haji di Pendopo Kabupaten Blora beberapa hari sebelumnya, kondisi Sutrisno terlihat sehat dan penuh semangat.
“Pas berangkat itu saya melepas orangnya baik-baik saja. Itu masih saudara saya juga. Waktu dilepas di pendopo sehat-sehat saja, dari laporan setelah berangkat dari Bandara Solo juga baik-baik saja,” ungkap Mas Arief saat dikonfirmasi, Sabtu (09/05/2026).
Menurut Mas Arief, almarhum berangkat menunaikan ibadah haji bersama istrinya. Namun dalam perjalanan, tepatnya saat pesawat transit di Medan untuk pengisian bahan bakar, kondisi kesehatannya mendadak menurun.
“Waktu pesawat ngisi BBM di Medan, tiba-tiba napasnya sesak, lalu dilarikan ke rumah sakit. Istrinya juga ikut turun mendampingi,” jelas Mas Arief.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis intensif, nyawa Sutrisno Agus Widodo tidak tertolong. Pihak keluarga dan kerabat mengaku tidak menyangka, sebab almarhum selama ini dikenal tidak memiliki riwayat penyakit serius dan masih tergolong aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Mas Arief menuturkan, almarhum merupakan sosok yang aktif di lingkungan keagamaan dan sosial. Selain menjadi pengurus takmir masjid di desanya, Sutrisno juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan dekat dengan masyarakat.
“Kalau lihat orangnya enggak ada riwayat sakit. Beliau aktif di masjid, pengurus takmir juga. Mungkin kecapekan karena di rumah sebelumnya banyak menerima tamu atau bagaimana,” tambah Mas Arief.
Tak hanya dikenal aktif di masyarakat, almarhum juga merupakan sosok pendidik yang berdedikasi. Sutrisno Agus Widodo tercatat sebagai guru sekaligus Wakil Kepala Bidang Humas di MAN Blora. Rekan kerja dan para siswa mengenalnya sebagai pribadi baik, rendah hati, serta aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.
Suasana haru pun menyelimuti kepulangan jenazah di Bandara Adi Soemarmo, Solo. Sang istri, Titik Nurhayati, yang sebelumnya mendampingi almarhum di Medan, turut mengantar kepulangan jenazah ke Blora.
Dalam suasana duka tersebut, Mas Arief mengajak seluruh masyarakat Blora untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kita ikut berduka. Beliau orang baik. Insyaallah syahid di jalan Allah dan berpulang dengan predikat haji mabrur. Mohon doa dari sedulur Blora semua untuk almarhum, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Aamiin,” pungkas Mas Arief.











