BLORA, (blora-ekspres.com) – Bupati Blora, Arief Rohman mengajak para santri dan orang tua untuk tidak minder menyekolahkan anak di pondok pesantren. Menurutnya, pendidikan pesantren tidak menjadi penghalang bagi anak untuk meraih cita-cita dan meniti karier di berbagai bidang.
Pesan tersebut disampaikan Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora melalui unggahan akun Instagram pribadinya, Minggu, (18/10/2026).
Mas Arief juga membagikan pengalaman perjalanan pendidikannya, mulai dari menimba ilmu di pesantren hingga melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar doktor.
“Santri itu keren. Jadi, jangan minder menjadi santri. Bapak dan Ibu orang tua santri juga tidak perlu khawatir anaknya kelak akan menjadi apa. Santri punya kesempatan untuk meraih cita-cita dan sukses di bidang apa pun,” ungkap Mas Arief.
Mas Arief menceritakan, dirinya memiliki pengalaman menempuh pendidikan di lingkungan pesantren sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, ia melanjutkan kuliah S1 di Universitas Darul Ulum, Jombang, sambil tetap menimba ilmu agama di pesantren.
Setelah lulus S1, Arief melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia (UI), Jakarta, hingga jenjang magister. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke Universitas Negeri Semarang (Unnes) hingga meraih gelar doktor pada 2024.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Mas Arief meyakini bahwa santri memiliki peluang yang luas untuk berkembang. Pendidikan pesantren, menurutnya, bukan alasan untuk membatasi impian, melainkan bekal untuk membangun pengetahuan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Mas Arief menegaskan, orang tua tidak perlu meragukan masa depan anak yang menempuh pendidikan di pesantren. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai kemampuan, minat, dan cita-citanya.
“Orang tua tidak usah khawatir anaknya yang menjadi santri kelak mau jadi apa. Insyaallah, setiap anak memiliki jalan dan kesempatan masing-masing. Yang penting, anak-anak terus belajar, berusaha, dan mendapatkan doa serta dukungan dari orang tuanya,” pesan Mas Arief.
Selain memberikan motivasi kepada para santri, Mas Arief juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi perjalanan pendidikan anak. Menurutnya, usaha mendidik anak perlu disertai doa, keteladanan, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Mas Arief mengajak para orang tua untuk memperkuat ikhtiar batin melalui ibadah, seperti salat tahajud dan puasa sunah Senin-Kamis, serta membiasakan bersedekah.
“Anak-anak yang hebat lahir dari orang tua yang juga terus berusaha menjadi lebih baik. Karena itu, selain mendukung pendidikan anak, perbanyak doa, ibadah, dan sedekah. Kita memohon kepada Allah agar anak-anak diberikan kemudahan, keberkahan, dan masa depan yang baik,” tutur Mas Arief.
Mas Arief juga menyinggung tradisi di sebagian masyarakat yang mengiringi hari kelahiran anak dengan puasa atau sedekah sebagai bentuk doa dan rasa syukur. Tradisi tersebut ia sampaikan sebagai bagian dari pengalaman yang dikenal di lingkungannya.
Menurut Mas Arief, dukungan orang tua tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan pendidikan, tetapi juga melalui perhatian terhadap pembentukan karakter, akhlak, dan kebiasaan baik anak.
Mas Arief berharap para orang tua memberikan kepercayaan kepada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di pesantren. Dengan dukungan keluarga, kesungguhan belajar, serta doa yang terus dipanjatkan, para santri diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Orang tua harus percaya pada pendidikan pesantren. Dampingi anak dengan doa, dukungan, dan didikan akhlak yang baik agar mereka tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Mas Arief.
Pesan Arief tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa latar belakang pendidikan pesantren tidak semestinya membuat anak merasa rendah diri. Sebaliknya, para santri perlu percaya diri, terus mengembangkan kemampuan, dan berani mengejar cita-cita tanpa meninggalkan nilai-nilai agama yang telah dipelajari.
Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, menilai pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu sekaligus berakhlak. Menurutnya, santri harus mendapatkan dukungan penuh agar percaya diri mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.
“Jangan pernah memandang santri sebelah mata. Pesantren tidak hanya mendidik anak menjadi berilmu, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian. Santri harus percaya diri, karena mereka juga punya peluang besar untuk menjadi generasi unggul dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” tutup Siswanto. ***(Adv/Ely/Humas Prokompim)











