PONOROGO, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggandeng Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk memperjuangkan pengakuan internasional bagi seni Barongan Blora. Kedua daerah menandatangani kesepakatan bersama atau memorandum of understanding (MoU) sebagai langkah memperkuat pelestarian Barongan melalui jalur perluasan (extension) pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo.
Bupati Blora Arief Rohman dan Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mendukung pengusulan Barongan Blora melalui jalur perluasan (extension) pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo. Penandatanganan disaksikan jajaran kedua pemerintah daerah dan komunitas seniman dengan latar topeng Reog dan Barongan di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Jumat (16/10/2026).
Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora mengatakan, Blora ingin mengusulkan Barongan sebagai bagian dari pengembangan pengakuan Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui jalur perluasan Reog Ponorogo. Menurutnya, dukungan Ponorogo penting agar proses pengusulan berjalan sesuai tahapan dan didukung dokumentasi yang memadai.
“Kami ingin Barongan Blora mendapat pengakuan UNESCO melalui jalur extension, menyusul Reog Ponorogo yang sudah lebih dahulu diakui. Kami memohon dukungan Ponorogo agar proses pengusulan ini berjalan baik,” ujar Mas Arief.
Mas Arief menjelaskan, langkah tersebut juga menindaklanjuti dorongan Lisdyarita saat dirinya berkunjung ke Ponorogo beberapa waktu lalu. Karena itu, Pemkab Blora mulai menyiapkan tahapan pengusulan bersama para pegiat seni, praktisi, akademisi, perajin, serta komunitas penari Barongan dan Bolo Reog Blora.
“Kami ingin segera menyiapkan tahapan pengusulan agar Barongan Blora memiliki peluang mendapatkan pengakuan internasional. Apalagi, daerah lain juga memiliki kesenian barongan dengan karakter masing-masing,” tambah Mas Arief.
Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menyambut positif keseriusan Pemkab Blora dalam memperjuangkan pelestarian Barongan. Ia menegaskan, Ponorogo siap berbagi pengalaman dan membantu proses yang diperlukan dalam pengusulan melalui jalur perluasan Reog Ponorogo.
“Ponorogo siap membantu proses pengajuan Barongan Blora. Kami akan berbagi pengalaman dari proses yang telah kami lalui. Harapannya, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya nguri-uri budaya agar generasi muda semakin mencintai kesenian daerahnya,” kata Bunda Rita sapaan akrab disapa Plt. Bupati Ponorogo.
Bunda Rita juga berharap, kemitraan kedua daerah tidak berhenti pada seni budaya, tetapi berkembang ke sektor lain, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dukungan juga datang dari komunitas seniman Reog Ponorogo. Persetujuan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi antarpelaku budaya sekaligus melengkapi bahan dokumentasi untuk pengusulan Barongan Blora.
“Kerja sama Blora dan Ponorogo jangan berhenti pada seni budaya. Kami berharap kolaborasi ini juga berkembang ke sektor UMKM dan bidang lain, sekaligus mendorong generasi muda semakin mencintai warisan budaya daerah. Dukungan seniman Reog Ponorogo menjadi langkah penting untuk memperkuat pengusulan Barongan Blora melalui jalur perluasan UNESCO. Kami berharap sinergi antarseniman ini ikut menjaga kelestarian budaya dan memperkuat dokumentasi pengusulan,” ujar Bunda Rita.
Dari Blora, rombongan yang hadir antara lain Wakil Bupati Sri Setyorini, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, Ketua Dekranasda Ainia Shalicah, Pj. Sekda Blora Dasiran, serta sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Mereka hadir bersama para seniman dan pegiat Barongan Blora.
Usai penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Reog Ponorogo dan Barongan Blora di halaman Pringgitan Rumah Dinas Bupati Ponorogo. Pementasan tersebut menjadi simbol pertemuan dua tradisi seni yang memiliki karakter dan identitas masing-masing.
Tim asistensi pengusulan Barongan Blora juga merekam pernyataan dukungan dari pemerintah daerah dan seniman Reog Ponorogo untuk melengkapi dokumentasi. Pengambilan video dilakukan di sejumlah sanggar, di antaranya Padepokan Seni Kawula Bantarangin di Kecamatan Sumoroto, Padepokan Griya Reyog Tua di Siman, serta Padepokan Tari Langen Kusuma di Ronowijayan, Kecamatan Babadan.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Blora berharap proses pengusulan Barongan memperoleh dukungan yang kuat. Namun, pengakuan UNESCO tetap bergantung pada tahapan penilaian dan keputusan lembaga tersebut.***(Ely/Dinkominfo)











