BLORA, (blora-ekspres.com) – Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dijadwalkan kembali ditempati pedagang pada Jumat (30/10/2026). Setelah direhabilitasi pascakebakaran, pasar tradisional ini diharapkan kembali menjadi pusat perdagangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat Ngawen dan sekitarnya.
Bupati Blora, Arief Rohman meminta seluruh persiapan pembukaan pasar diselesaikan tepat waktu. Penataan tempat usaha, pengaturan perpindahan pedagang, hingga kesiapan operasional harus dipastikan agar aktivitas perdagangan kembali berjalan tertib dan lancar.
“Saya berharap proses perpindahan pedagang berjalan tertib, lancar, dan kondusif. Seluruh pihak terkait harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” tegas Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora melalui sambungan seluler, Jum’at (16/10/2026).
Pasar Ngawen direhabilitasi setelah kebakaran pada 9 Januari 2024 menghanguskan sejumlah bagian pasar dan mengganggu aktivitas jual beli. Peristiwa tersebut turut berdampak pada penghasilan pedagang yang menggantungkan mata pencaharian dari kegiatan perdagangan di pasar tersebut.
Pembangunan kembali dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum sejak November 2025. Rehabilitasi ini diharapkan menghadirkan fasilitas perdagangan yang lebih baik sehingga pedagang dan pembeli dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.
Mas Arief menjelaskan, pasar hasil rehabilitasi memiliki kapasitas 835 tempat usaha, terdiri atas 155 kios dan 680 los. Sementara itu, jumlah pedagang yang perlu difasilitasi mencapai 924 orang, termasuk pedagang dasaran.
“Pasar ini harus segera berfungsi optimal setelah ditempati kembali. Kami berharap pedagang bisa berjualan dengan nyaman, aktivitas jual beli kembali ramai, dan perekonomian masyarakat sekitar ikut bergerak,” ujar Mas Arief.
Dengan jadwal penempatan kembali pada 30 Oktober, pemerintah daerah berharap proses perpindahan berjalan lancar dan seluruh pedagang dapat kembali beraktivitas. Pembukaan pasar tersebut menjadi momentum pemulihan kegiatan perdagangan setelah hampir dua tahun terganggu akibat kebakaran.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto menegaskan, pembukaan kembali Pasar Ngawen harus menjadi momentum pemulihan ekonomi pedagang, bukan sekadar penyelesaian pembangunan fisik.
“Pasar harus segera hidup kembali. Penataan pedagang harus adil dan transparan, fasilitasnya terjaga, sehingga pedagang nyaman berjualan dan ekonomi masyarakat kembali bergerak,” pungkas Siswanto.***











