Berita

Pemkab Blora Siapkan Lulusan Kesetaraan Lebih Terampil dan Mandiri

×

Pemkab Blora Siapkan Lulusan Kesetaraan Lebih Terampil dan Mandiri

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendorong pendidikan kesetaraan tidak sekadar menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan agar mampu bekerja maupun berwirausaha secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, mengatakan pembelajaran kewirausahaan dan kecakapan hidup (life skills) menjadi bagian penting untuk membantu peserta didik menghadapi tantangan ekonomi dan dunia kerja.

“Pendidikan kesetaraan harus membekali peserta didik dengan keterampilan dan kecakapan hidup agar mereka mampu mandiri setelah lulus,” ujar Sunaryo saat menghadiri Diseminasi Praktik Baik Sekolah Model dan Gelar Karya Peserta Didik di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, peserta pendidikan kesetaraan memiliki latar belakang beragam. Sebagian terkendala ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi lain yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan formal. Karena itu, pembelajaran perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik.

SKB Blora menyediakan sembilan pilihan keterampilan, yakni tata busana, tata boga, barista, hantaran, tata kecantikan, pertanian terpadu, budi daya lele, desain grafis, serta coding atau pemrograman. Pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan menjadi bekal untuk mencari pekerjaan atau merintis usaha.

Sunaryo menambahkan, Dinas Pendidikan berupaya memperkuat program melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM serta PKK. Sinergi tersebut diharapkan membantu pelatihan, dukungan usaha, hingga pemasaran produk peserta didik.

“Pengembangan keterampilan perlu didukung kerja sama berbagai pihak, supaya hasil karya peserta didik memiliki peluang pasar dan bisa dikembangkan menjadi usaha,” ujarnya.

Kepala SKB Blora, Jumini, menjelaskan pengembangan keterampilan diperkuat melalui inovasi Jumat Pompak untuk meningkatkan keunggulan pendidik dan Sokesing, yakni gelar karya produk peserta didik.

“Harapan kami, peserta didik tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu memanfaatkan keterampilannya untuk membuka usaha sendiri,” kata Jumini.

Selain keterampilan konvensional, SKB Blora mulai memasukkan materi coding dalam kurikulum pendidikan kesetaraan. Materi dasar tersebut diberikan kepada peserta didik kelas V Paket A, kelas VII Paket B, dan kelas X Paket C. Pembelajaran juga dikembangkan secara kolaboratif, antara lain dengan mengintegrasikan tata boga, kewirausahaan, dan ekonomi.

Perwakilan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal, Dian Santoni, menilai pembelajaran berbasis keterampilan dapat meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian peserta didik.

“Pendidikan kesetaraan tidak bisa dipandang sebelah mata. SKB dan PKBM dapat mengembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran yang sesuai kebutuhan dan membekali mereka untuk mandiri,” katanya.

Melalui penguatan keterampilan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Blora berharap pendidikan kesetaraan mampu memberikan bekal nyata bagi lulusan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperluas peluang kerja.***