Ditolak Warga, Satu Keluarga Asal Surabaya Diisolasi di Rumah Karantina

BLORA, (blora-ekspres.com) – Bermaksud pulang ke kampung halaman karena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan tempat ia kerja, warga asal Surabaya ditolak warga karena terduga terpapar virus corona.

Warga satu keluarga tersebut merupakan suami, Istri dan dua orang anaknya. Sang suami dulu lahir didesa Andongrejo, namun sejak orangtuanya meninggal dunia, ia merantau ke Surabaya dan pindah KTP Surabaya.

Namun ditengah pandemi corona ini, ia tertimpa musibah di keluarkan dari perusahaannya. Karena di Surabaya sudah tidak ada lagi pekerjaan dan tempat tinggal serta biaya hidup sangat tinggi, ia bermaksud mengajak istri dan anaknya pulang ke kampung halamanya dengan mengendarai sepeda motor.

“Baru Jumat (01/05/2020) kemarin dia pulang. Kebetulan, istrinya yang hamil tersebut melahirkan sehingga waktu tes suhu istrinya panas tinggi yang mengakibatkan warga sekitar menolak,” ucap Sahlan Modin desa Andongrejo, saat ditemui dilokasi, Jum’at (08/05/2020).

Waktu akan melahirkan, lanjut Sahlan, sebenarnya istrinya mau dioperasi, namun bayinya lebih dulu lahir dengan normal.

“Karena kondisi habis melahirkan, mengakibatkan istrinya mengalami pana tinggi,” terangnya.

Menurutnya, warga yang ber KTP Surabaya itu pulang ke desa Andongrejo bermaksud menemui saudara sepupunya di dukuh Bakal. Namun karena kondisinya seperti ini warga dukuh Bakal tersebut ketakutan.

Pihak pemerintah desa (Pemdes) kebingungan, walaupun dulu pernah tinggal dan lahir di Andongrejo, namun KTPnya Surabaya.

Beruntung, pihak desa menampung di sebuah rumah isolasi di sekolahan Madrasah Diniyah Desa Andongrejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Saat ini sejak Kamis (07/05/2020) kemarin, lanjutnya, mereka di isolasi dirumah isolasi. Untuk kebutuhan sehari-harinya ia dibantu oleh warga yang simpati yang dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).***(Red/Her/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.