Dua PPK dan Satu PPS di Blora Mengundurkan Diri

BLORA, (blora-ekspres.com) – Beberapa panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) di tingkat desa, yang ada di Blora, mengundurkan diri dengan beragai alasan.

Demikian disampaikan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora, Muhammad Khamdun melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Moh. Syaiful Amri, Selasa (23/06/2020).

“Iya, ada dua anggota PPK dan satu PPS mengundurkan diri. Dua PPK yang mengundurkan diri dari Kecamatan Blora, dan kedua dari kecamatan Sambong. Alasannya persoalan keluarga,” katanya, melalui sambungan telepon.

Dituturkan lebih lanjut, mereka mengundurkan diri beralasan yang pertama ikut anaknya di Kalimantan dan yang kedua merapat sang ayah yang sakit.

“Kedua PPK dan satu PPS yang mengundurkan diri sudah diganti dan udah dilantik. Bahkan sudah mulai bekerja,” bebernya.

Kecamatan Blora, anggota PPK yang mengundurkan diri atas nama Mulyono dan diganti oleh Mustaqim. Sedangkan anggota PPK dari kecamatan Sambon yang mengundurkan diri atas nama Sarwono Raharjo diganti oleh Iwan Sugianto.

Sementara, PPS yang mengundurkan adalah Diah Ayu Maesa Puspitasari dari desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu diganti oleh Jarwo.

“Selain Diah Ayu Maesa Puspitasari dari desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu, satu lagi anggota PPS baru. Yaitu Wiwik Puji dari Pojokwatu, Kecamatan Sambong menggantikan Iwan Sugianto yang naik menjadi PPK Sambong,” jelas Amri.

Menurutnya, saat ini semua anggota PPK sudah mulai kerja. Yaitu dengan melakukan pencermatan pemilih per TPS.

“Yang baru kita kerjakan adalah Desk data. Untuk kondisi lapangan seperti apa, kita minta bantuan PPK melakukan pemetaan. Apakah sudah bener atau belum,” terangnya.

Amri mencontohkan, pencermatan ini seperti melihat dan pemilih TPS antara satu RT dengan RT lain menjauhkan pemilih atau tidak. Sehingga perlu dilakukan pemetaan.

“Kita minta dilakukan pencermatan. Tapi belum melakukan coklit. Belum melakukan door to door. Karena wilayahnya kecil, PPS tentu lebih faham. Kalau data kita benar, tinggal perbaikan saja,” ucapnya.

Menurutnya, pencermatan yang dilakukan, juga berbasis pada DPT pemilu sebelumnya. Sehigga perhitungan yang dilakukan sudah mendekati akurat. Pertama, wilayah desa kecil. Sehinga kemungkinan berubah snagat minim. Selain itu, banyak pemilih yang masih menggunakan hak pilih dalam Pilkada.

“Tapi untuk memastikan itu, kita lakukan pencermatan dalam satu mingu ini. Selanjutnya dilaporkan kepada kami (KPU) sebagia bahan coklit,” bebernya.

Dia berharap, kegiatan ini berjalan lancar dan tcepat selesai. Sehingga bisa melanjutkan ke proses selanjutnya.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.