Lulus Ujian Sekolah, Ujian Hidup Menanti Steven

BLORA, (blora-ekspres.com) – Setah dinyatakan lulus dari sekolahnya di tengah pandemi Covid-19, seorang remaja RT 07, RW I Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, berganti menghadapi ujian hidup yang cukup berat.

Steven Aris Nugroho (18), harus berjuang dan merawat ayahnya yang mengalami sakit stroke sejak dua bulan lalu.

Ayah sakit stroke. Awalnya jatuh, hingga tidak bisa jalan. Meski kini sudah mulai bisa jalan perlahan.

Alumni SMK Negeri 1 Blora, jurusan listrik tersebut menceritakan, sejatinya sejak beberapa tahun lalu, ayahnya sudah memiliki gejala penyakit stroke. Namun, ketika dirinya bersiap menghadapi ujian sekolah dua bulan lalu ayahnya jatuh hingga parah dan tak bisa jalan.

“Saya ingin sekali kuliah. Saya sudah janji dengan adik saya kalau kami berdua akan kuliah, tapi dengan kondisi ayah seperti ini, maka saya harus menunggui dan merawatnya. Tapi saya percaya, ayah akan sembuh dan sehat, karena kami masih butuh bimbingan ayah,” ujar Steven beberapa waktu lalu.

Untuk mencukupi kebutuhan sehar-hari, Steven menuturkan sampai saat ini masih dibantu dari saudara, partner kerja dan teman ayahnya.

“Kebetulan saya ketemu teman ayah, kemudian diberi ramuan herbal untuk pengobatan,” ungkapnya.

Ia mengisahkan, sejak kecil bersama seorang adik laki-laki yang kini sekolah di salah satu SMP Negeri di Blora sudah tidak lagi ditunggui oleh ibu kandungnya.

“Bapak dan Ibu sudah lama pisah. Ibu saya sekarang ada di Bali, jarang ketemu karena jauh,” ungkapnya.

Sedangkan ayahnya, menurut dia, berwiraswasta dengan membuka service AC dan peralatan elektronik lainnya.

“Saya tidak menyangka kalau ayah akan mengalami ujian seperti ini. Mungkin ini juga ujian bagi saya dan adik saya dalam situasi pandemi Covid-19. Saya selalu berdoa, memohon kepada Tuhan, semoga ayah sehat dan diberi kesembuhan,” ujarnya.

Kondisi fisik Setven nampak kurus, kurang tidur dan mengalami beban yang cukup berat.

“Saya kurang tidur. Kalau ayah tidur sering saya lihat. Kalau sudah pulas baru ikut tidur. Tapi sering baru akan terlelap, ayah sudah seperti ngigau dan bangun,” kata dia.

Steven harus merawat ayahnya mulai dari menyiapkan makanan, mencuci pakaian, mandi, dan mencarikan obat.

Ia berharap situasi pandemi Covid-19 ini segera berlalu, karena ingin mewujudkan cita-citanya. Semoga persebaran virus corona segera berlalu dan keadaan kembali normal.

Steven menyebut, hingga dinyatakan lulus ujian sekolah beberapa hari lalu, dirinya masih ada kegiatan yang harus dilakukan melalui sekolah setempat.

“Masih ada kegiatan yang harus dilakukan melalui sekolahan, belum selesai pengerjaannya. Semoga membawa berkah,” ujarnya.

Jika nantinya menghasilkan rejeki, kata dia, akan digunakan untuk mengadu nasib mendaftarkan diri masuk perguruan tinggi di Semarang pada sekitar bulan Juni 2020.

“Semoga Tuhan mengabulkan cita-cita saya dan adik serta melindungi ke dua orang tua kami,” katanya.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.