OPD di Blora Diminta Beri Pendampingan Warga Sekitar

BLORA, (blora-ekspres.com) – Diharapkan, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kepada warga kurang beruntung di sekitar lingkungan kantor setempat.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Blora dalam konferensi pers di posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Senin (27/07/2020).

“Adanya pembinaan dan pendampingan, diharapkan masyarakat yang kurang beruntung di sekitar kantor OPD, berlahan akan bangkit kembali,” ungkap Kokok, sapaan akrab Bupati Blora, Djoko Nugroho.

Nenurutnya, sudah ada beberapa OPD yang melakukan pembinaan dan pendampingan. Dan nantinya, semua OPD diwajibkan untuk melaksanakan pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat sekitar yang perlu dibantu.

“Nanti semua OPD saya wajibkan untuk melaksanakan pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat sekitar yang perlu dibantu dalam rangka meningkatkan taraf hidupnya,” kata Kokok.

Lebih lanjut Kokok menyampaikan, jika setiap OPD melakukan pembinaan pendampingan kepada lima orang dari 30 OPD yang ada di Kabupaten Blora, maka akan ada 150 orang.

“Kalau 50 persen saja yang sukses, Alhamdulillah. Ini harapan kita semuanya. Tolong sebagai OPD dilakukan pembinaan dan pengawasan. Saya minta laporanya tentang program yang sangat clear dari kita ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu bupati mengucapkan terimakasih kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten Blora yang telah memberikan bantuan bagi warga masyarakat selama ini.

“Terimakasih Baznas. Kepada para penerima bantuan tolong digunakan dengan baik, jangan dipakai untuk beli pulsa, beli rokok. Kalau nanti yang dibantu sukses, saya janji akan dapat bantuan lagi,” tambah Kokok.

Tetapi kalau kesempatan ini tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya, berarti para penerima tidak berniat untuk maju.

“Harapan saya, ini sukses,” ucap dia.

Pada kesempatan tersebut secara simbolis Baznas Blora dan TKPKD menyerahkan bantuan usaha program program 1 OPD 5 warga dampingan secara simbolis. Bantuan diserahkan oleh Bupati Blora, Sekda Blora Komang Gede Irawadi dan Wakil Ketua Baznas Blora, Nur Rohim kepada tiga perwakilan warga penerima.

Adapun bantuan usaha program 1 OPD 5 warga dampingan yang disalurkan yaitu dari Kecamatan Blora. Bantun usaha senilai Rp. 4.750.000,00 berupa mesin cuci, etalase, setrika timbangan dan lainnya diserahkan lepada Yevi, seorang pengusaha laundry warga Dukuh Gulingan RT 02, RW 04 Desa Tempurejo.

Berikutnya, bantuan usaha program 1 OPD 5 warga dampingan dari Sekretaris Daerah diserahkan kepada Sumiati, pengusaha laundry, warga RT 08, RT 03 Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora. Bantun usaha senilai Rp. 4.750.000,00 berupa mesin cuci, etalase, setrika timbangan dan lainnya.

Selanjutnya, bantuan usaha program 1 OPD 5 warga dampingan dari Dindagkop UKM Blora diserahkan kepada Siti Fatimah, penjual cilok, warga RT 10, RW 02 Kelurahan Karangjati. Bantun usaha senilai Rp 4.000.000,00 berupa gerobak, tenda, kompor gas dan lainnya.

Wakil Ketua Baznas, Nur Rohim menyampaikan Baznas Blora bekerjasama dengan TKPKD pada tahap I program 1 OPD 5 warga dampingan menyalurkan kepada 195 penerima dengan total nilai sebesar Rp. 565.584.000,00.

Hadir pada kesempatan itu antara lain, Kepala Bappeda Blora Ir Samsul Arif, Kepala Dinsos P3A Dra Indah Purwaningsih, Sekretaris Kecamatan Blora Suharto dan Kepala Desa serta Kepala Kelurahan.***(Red/Guh)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.