Pekerjaan Tidak Selesai, Proyek Tak Dibayar Penuh

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pengerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Blora tahun 2020 harus selesai pada Desember nanti. Artinya, deadline pengerjaan tinggal menghitung hari. Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, Kamis (03/12/2020).

Melihat beberapa pekerjaan besar pekerjaannya masih belum kelar. Bahkan ada yang baru sekitar 50 persen. Dan masih jauh dari yang diangankan.

Untuk itu, selain harus benar-benar mencermati agar bangunan infrastruktur ini sesuai speck yang ada, pihaknya mendesak pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui DPU dan OPD lainnya agar memberi ketegasan kepada kontraktor, mengingat masa kontrak hampir habis.

“Apabila belum selesai 100 persen, tidak usah dibayarkan secara penuh,” harapnya.

“Saat ini sedang musim hujan. Ternyata masih ada beberapa pekerjaan besar yang nilainya sekitar Rp 10 hingga Rp 11 Miliar, pekerjaannya masih 50 persen,” ucapnya.

Siswanto menambahkan, selian mengawasi pekerjaan, pihaknya juga meminta DPU untuk mencermati lelang yang pagunya di bawah 20 persen.

“Ini juga harus dicermati. Artinya pembangunannya harus sesuai dengan perencanannya. Jangan sampai specknya amburadul,” bebernya.

Menurutnya, kalau pekerjaannya tidak baik, tidak usah di bayar. Dibayar yang pekerjaannya baik saja. Sebab, tidak ada kewajiban pemerintah untuk membayar 100 persen apabila pekerjaan tidak selesai 100 persen.

“Yang paling penting fokus ke realisasi lapangan saja. selama realisasi pekerjaan hanya 50 persen, ya di bayar separo. Bagi pekerjaan yang tidak selesai dan tidak benar, kalau bisa tahun depan tidak perlu di kasih pekerjaan lagi,” tegasnya.

Menurutnya, setiap tahunnya, APBD Blora menganggarkan sekitar Rp 77 miliar untuk infrastruktur. Sementara tahun 2021, dianggarkan 3 kali lipatnya.

“Artinya banyak sekali dana untuk infrastruktur di 2021. Untuk itu, harus jadi momentum baik. Agar jalan, drainase jembatan jadi lebih baik. Kontraktor juga harus baik,” bebernya.

Ada beberapa pekerjaan yang sudah dipantau secara langsung. Mulai di Trembul-Rowobungkul, Bogorejo-Jambetelu dan Tamanrejo Maguan sampai Sukorejo Tunjungan.

“Ini yang saya tau secara langsung. Saat ini masih berjalan. Belum selesai pengerjaannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora, Samgautama Karnajaya kepada media mengaku, hingga saat ini memang banyak pekerjaan yang belum selesai. Terutama anggaran perubahan. Bahkan ada pekerjaan yang memang sudah terlambat.

“Setelah perubahan masih banyak yang belum selesai. Ada yang terlambat dari kontrak. Molor. Seperti Dologan. Kelihatannya sudah terlambat. Saya minta ditangani dulu. Bekas jembatan sudah dicor dan posisi aman,” terangnya.

Menurutnya, untuk pekerjaan jalan diperkirakan akan selesai semua. Sementara yang agak rawan molor adalah yang longsoran. Mulai di Dologan, Ngliron, Bleboh.

“Pekerjaan saat ini memnag tergantung cuaca. Saya biasanya Roadshow kalau ada laporan. Langsung ke lapangan. Kalau saya perkirakan sesuai kontrak ya sudah. Sementara koordinasinya dengan temen-temen bidang,” jelasnya.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.