Pengurus Pemuda HKTI Blora Dilantik, Tumbuhkan Petani Milenial

BLORA, (blora-ekspres.com) – Pengurus Pemuda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2020-2025 Kabupaten Blora telah dilantik di Balai Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Sabtu (31/10/2020).

Pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus DPK Pemuda HKTI dipimpin langsung oleh Ketua DPP Pemuda HKTI Jawa Tengah, Heriwanto selaku kepada Ketua DPK Pemuda HKTI Blora, Maulana Guntur Kelana yang diwakili oleh Sekretaris Dewan Pembina, Widodo.

Selaku Ketua DPK Pemuda HKTI Blora Maulana Guntur Kelana berhalangan hadir dalam pelantikan karena sedang sakit.

Dalam sambutannya, Heriwanto mengatakan, keberadaan Pemuda HKTI harus mampu menciptakan regenerasi petani atau petani milenial.

“Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah dilantik hari ini, penasihat, badan pertimbangan organisasi dan pembina ke depan saya optimis bahwa pemuda Tani HKTI harus dapat memberikan kontribusi untuk menciptakan regerenasi petani milenial,” katanya.

Bukan hanya itu, Heriwanto menambahkan, petani muda harus menjadi jembatan antar petani dan pemerintahan, persiapan di SDM pemuda tani harus ditingkatkan, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Lebih lanjut, Heriwanto mengungkapkan, pertanian di Indonesia, khususnya Jawa tengah ada masalah besar

“Jumlah petani semakin menurun, sehingga untuk meningkatkan hasil pertanian perlu ada progam progam pendekatan. Salah satunya melalui avokasi dan pelatihan, sehingga dapat mengatasi permasalahan pertanian dari hulu sampai hilir,” ungkapnya

Dengan permasalahan tersebut, Heriwanto berharap, Pengurus Pemuda HKTI Blora menjadi jembatan proses dalam meningkatkan kapasitas SDM yang ada.

“Serta petani bisa bersinergi dengan dinas, melalui BPP di tiap kecamatan, sesuai dengan program konstratani yg digagas Kementarian Pertanian,” harap Heriwanto

Heriwanto juga mengimbau agar pemuda tani milenial bisa masuk dan mewarnai kelompok-kelompok tani yang saat ini mayoritas masih diisi petani usia senja.

“Manfaatkan juga kekuasaan anggaran di tingkat Desa, dan paling utama terus belajar, berinovasi dan langsung segera membuat action plan yang sederhana tapi bisa diaplikasikan,” tandasnya.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.