Setelah 6 Tahun Tak Beroperasi, Stasiun Wadu Kembali Berangkatkan KA Blora Jaya

BLORA, (blora-ekspres.com) – Selama 6 tahun, stasiun kereta api di Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora lama tak beroperasi. Kini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengaktifkan Stasiun Wadu kini hidup kembali sebagai tempat pemberhentian dan pemberangkatan Kereta Api Blora Jaya relasi Cepu-Semarang dan sebaliknya.

Jadwal di Stasiun Wadu, kereta api Blora Jaya kedatangan dari Cepu pukul 05.10 WIB dan berangkat menuju Semarang 05.12 WIB. Sedangkan kedatangan dari Semarang pukul 21.12 WIB, dan berangkat menuju Cepu pukul 21.14 WIB.

Pengaktifan kembali Stasiun Wadu, KA Blora Jaya pertama kalinya diberangkatkan Wakil Bupati, Arief Rohman bersama Kepala Stasiun Wadu, Linda Mayagita Berliani, Minggu, (01/03/2020) pagi.

Wakil Bupati, Arief Rohman dalam sambutannya merasa bersyukur dan bangga karena hal yang dicita-citakan masyarakat akhirnya dikabulkan oleh PT.KAI.

“Terimakasih PT KAI dan jajarannya yang telah mengabulkan permintaan masyarakat. Kami mewakili Bapak Bupati dan atas nama Pemkab Blora merasa senang, bungah. Akhirnya warga kami di Kedungtuban tidak perlu jauh-jauh ke Cepu atau Randublatung untuk naik kereta,” ucap Wakil Bupati.

Pihaknya berharap, adanya pengaktifan Stasiun Wadu ini bisa memperlancar dan mempermudah arus transportasi dari Kedungtuban menuju Semarang dan sebaliknya.

“Dengan aktifnya Stasiun Wadu, semoga perekonomian desa di sekitarnya juga tumbuh. Dulu banyak warung sekitar stasiun, setelah non-aktif banyak warung tutup. Dengan aktifnya stasiun lagi, semoga peluang usaha baru juga terbuka,” lanjut Wakil Bupati.

Tampak penumpang mulai ramai menaiki kereta api Blora Jaya melalui stasiun Wado

Sementara itu, Kepala Stasiun Wadu, Linda Mayagita Berliani, mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemkab Blora, khususnya Pak Wakil Bupati yang sudah ketiga kalinya datang ke Stasiun Wadu untuk mengawal pengaktifan stasiun ini.

“Dukungan Pemkab Blora luar biasa, kami sangat berterimakasih. Semoga pengaktifan stasiun ini juga diimbangi dengan okupansi penumpang dari masyarakat sekitar. Target kami setiap hari ada 50 penumpang yang naik dari sini. Jika di hari biasa tidak terpenuhi, semoga bisa terpenuhi saat weekend,” ujar Linda Mayagita Berliani.

Terpisah, KH Maghfur selalu pengasuh Ponpes Walisongo Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, mewakili masyarakat sekitar stasiun mengungkapkan rasa syukurnya atas pengaktifan Stasiun Wadu.

“Alhamdulillah, ini program yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Memudahkan masyarakat untuk bersilahturahmi dan beraktifitas ekonomi. Semoga berkah dan barokahi. Sekarang tidak perlu pergi ke Cepu sebelum subuh. Bisa subuh dulu di rumah baru ke stasiun, dekat,” ungkapnya.

Begitu juga Dimas Prasetyo, salah satu penumpang yang akan menuju Semarang. Dirinya merasa tidak kerepotan lagi untuk naik kereta menuju Semarang.

“Saya kuliah di Semarang, hampir satu bulan sekali pulang ke kampung. Biasanya turun Cepu, jauh. Sekarang stasiun sini sudah aktif, lebih dekat dan ringkes. Maturnuwun,” kata Dimas sebelum memasuki KA Blora Jaya.

Usai pemberangkatan kereta, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman depan dan area Stasiun Wadu sebagai upaya pelestarian alam agar kawasan stasiun kelak menjadi rindang dan sejuk.

Turut hadir anggota DPRD Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo, jajaran Forkopimcam Kedungtuban, KH Maghfur sebagai tokoh masyarakat, beberapa Kepala Desa sekitar Stasiun Wadu serta sejumlah warga dari berbagai Desa juga datang menjadi penumpang KA Blora Jaya yang pagi tadi hendak melaju ke Semarang.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.