BLORA, (blora-ekspres.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Blora.
Hingga awal Agustus 2025, sebanyak 12 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi aktif dan memberikan layanan makanan sehat kepada hampir 36.000 penerima manfaat, yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Program ini tak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi warga. Salah satu contohnya adalah Widyowati, relawan juru masak di SPPG Ngawen 1, yang kini bisa membantu menopang ekonomi keluarga berkat keterlibatannya dalam program MBG.
“Sebelum ikut program ini, saya hanya ibu rumah tangga tanpa penghasilan tetap. Untuk membiayai sekolah anak, saya harus kerja serabutan jadi buruh,” ungkap Widyowati saat ditemui di sela aktivitas memasaknya, Selasa (04/08/2025).
Kini, berkat MBG, Widyowati merasa lebih berdaya dan memiliki penghasilan sendiri.
“Alhamdulillah, sekarang bisa bantu ekonomi keluarga dari dapur. Program ini sangat membantu kami, dan saya berharap terus berlanjut agar makin banyak ibu-ibu seperti saya yang terbantu,” ujarnya.
Program MBG di Blora dirancang tak hanya untuk pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Setiap SPPG dapat merekrut minimal 47 relawan dari warga sekitar, mulai dari tenaga masak, pengemasan, hingga distribusi makanan. Dengan target 50 SPPG di seluruh wilayah Blora, program ini berpotensi menyerap hingga 2.350 tenaga kerja lokal dan menekan angka pengangguran.
Koordinator Program MBG Kabupaten Blora, Sri Wahyuni, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak program ini diluncurkan. Ia menekankan bahwa MBG bukan sekadar program makan gratis, tetapi menjadi sarana gotong royong dalam membangun kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap harinya ribuan porsi makanan bergizi diproduksi oleh para relawan yang berasal dari sekitar lokasi SPPG. Ini bukan hanya soal makanan, tapi juga tentang membuka peluang kerja, meningkatkan penghasilan, dan menciptakan kemandirian ekonomi,” jelas Sri Wahyuni.
Ia juga menambahkan, keberhasilan program MBG tidak lepas dari sinergi antara pemerintah pusat, daerah, mitra pelaksana, dan masyarakat. “Program ini memberikan manfaat ganda: anak-anak bisa tumbuh sehat dan keluarga-keluarga yang sebelumnya menganggur kini punya pekerjaan,” tegasnya.
Dengan keberhasilan awal ini, Blora berharap program MBG bisa menjadi model percontohan nasional dalam penguatan gizi berbasis komunitas sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Target kami bukan hanya memastikan anak-anak sekolah tidak lagi lapar, tapi juga agar keluarganya lebih sejahtera. Ini adalah gotong royong nyata demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Sri Wahyuni.***











