BeritaPEMERINTAHAN

3.888 Buruh Tani Tembakau di Blora Terima BLT DBHCHT Tahap Pertama

×

3.888 Buruh Tani Tembakau di Blora Terima BLT DBHCHT Tahap Pertama

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Ribuan buruh tani tembakau di Kabupaten Blora mulai menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahap pertama tahun 2025. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati (Wabup) Blora, Sri Setyorini bersama Forkopimda di Kantor Kecamatan Blora, Senin (10/11/2025).

Kepala Dinas Sosial P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi menjelaskan, bahwa tahap pertama ini diberikan kepada 3.888 penerima manfaat, masing-masing mendapatkan Rp600 ribu. Tahap kedua dijadwalkan disalurkan pada Desember mendatang.

“Dasar pelaksanaan program ini adalah PMK Nomor 72 Tahun 2024. Dari total DBHCHT, 30 persen dialokasikan untuk BLT bagi buruh tani tembakau,” jelas Luluk.

Luluk menambahkan, selain bantuan dari Pemkab Blora, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan dukungan kepada 2.188 buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Blora.

Luluk berharap penyaluran BLT ini tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi penerima.

“Jika nanti ada data yang belum tepat, akan kami verifikasi ulang pada tahap kedua,” ujar Luluk.

Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Blora, Sri Setyorini menegaskan, agar bantuan disalurkan utuh tanpa potongan d,alam bentuk apapun.

“Jumlah yang diterima Rp600 ribu penuh. Tidak boleh dikurangi seribu rupiah pun. Jika ditemukan potongan, akan kami tindak sesuai hukum,” tegas Budhe Rini sapaan akrab Wabup Blora.

Budhe Rini menilai, BLT DBHCHT merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para buruh tani tembakau.

“Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat serta menjadi penghargaan atas kerja keras mereka menjaga keberlangsungan sektor tembakau di Blora,” ujar Budhe Rini.

Lebih lanjut, Budhe Rini juga berpesan agar bantuan digunakan secara bijak dan produktif, seperti untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak atau kesehatan.

“Jangan sampai bantuan ini disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat,” pesan Budhe Rini.

Selain bantuan sosial, Pemkab Blora juga terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas tembakau.

“Dengan cara budidaya yang modern dan ramah lingkungan, kami ingin tembakau Blora semakin berdaya saing dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat,” pungkas Budhe Rini.***