BeritaPEMERINTAHAN

Bulog Siap Reorganisasi Manajemen GMM untuk Optimalisasi Serapan Tebu Lokal

×

Bulog Siap Reorganisasi Manajemen GMM untuk Optimalisasi Serapan Tebu Lokal

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) –  Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, membawa kabar menggembirakan bagi petani tebu di Kabupaten Blora saat melakukan kunjungan kerja maraton, Jumat (03/04/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas industri pangan di daerah setempat dan merespons aspirasi para petani yang selama ini mengkhawatirkan nasib panen mereka setelah mandeknya operasional pabrik gula.

Agenda kunjungan dimulai dengan diskusi intensif bersama perwakilan petani tebu dan tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan panen jagung di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung.

Rizal menegaskan bahwa Bulog tidak akan tinggal diam menghadapi kendala yang dihadapi petani lokal.

Dalam pernyataannya kepada para petani, Rizal menjelaskan bahwa langkah pertama yang diambil adalah memberikan kepastian pasar bagi hasil panen rakyat.

“Perum Bulog bersedia membantu menyerap seluruh tebu petani Blora untuk disalurkan ke empat pabrik gula milik negara di wilayah Jawa Tengah. Ini adalah langkah antisipasi sambil kita menunggu perbaikan Pabrik Gula GMM Bulog selesai,” tambahnya, tegas Rizal di sela-sela kunjungan.

Selain memastikan penyerapan hasil tani, Rizal juga menyinggung rencana restrukturisasi besar-besaran di internal manajemen pabrik gula yang selama ini menjadi tulang punggung serapan tebu petani. Ia mengungkapkan komitmen Bulog untuk membawa semangat baru dalam manajemen dengan melibatkan tenaga ahli dan putra daerah.

“Kami akan segera melakukan penggantian direksi pimpinan dan pengurus Pabrik Gula GMM Bulog dengan melibatkan potensi putra daerah,” ujar Rizal.

Dari sisi teknis produksi, Rizal memastikan akan ada perubahan orientasi mesin pabrik supaya lebih berpihak kepada kebutuhan petani. Ia menyatakan bahwa mesin yang sebelumnya digunakan untuk produksi gula rafinasi dan gula tebu akan dimodifikasi total agar fokus pada pengolahan gula tebu petani.

“Kami memastikan akan memperbaiki mesin Pabrik Gula GMM Bulog… semua akan diubah untuk fokus gula tebu petani,” jelasnya tegas.

Menanggapi kekhawatiran petani dan pekerja mengenai nasib sumber daya manusia selama masa transisi perbaikan pabrik, Rizal memberi jaminan bahwa operasional SDM tetap berjalan. Ia menyatakan bahwa para pekerja akan diberdayakan sementara di beberapa unit usaha Bulog di sekitar Blora, mencakup wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, agar tetap produktif sambil menunggu proses perbaikan pabrik selesai.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi titik balik penting bagi kemajuan sektor perkebunan di Blora, bukan hanya menjamin pasar hasil panen tebu, tetapi juga mendukung stabilitas industri pangan nasional hingga ke level daerah. Keseriusan Bulog dalam merespons aspirasi petani mendapat sambutan hangat dari komunitas tani setempat, yang menyambut komitmen tersebut sebagai langkah konkret untuk menghidupkan kembali sektor gula yang sempat lesu.