BeritaPEMERINTAHAN

HKG PKK ke-54 Tingkat Jateng, Jadi Momentum Penguatan Keluarga dan Ekonomi Desa

×

HKG PKK ke-54 Tingkat Jateng, Jadi Momentum Penguatan Keluarga dan Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 menjadi momentum penguatan peran keluarga, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan HKG PKK ke-54  tingkat Provinsi Jawa Tengah tersebut dipusatkan di Lapangan Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa (19/5/2026).

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, Ketua TP PKK Kabupaten Blora Ainia Salichah Arief Rohman, jajaran Forkopimda, kepala OPD provinsi dan kabupaten, serta pengurus TP PKK se-Jawa Tengah.

Sejumlah layanan publik turut memeriahkan kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan KB, PAUD, pasar pangan murah, hingga stan UMKM.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga meluncurkan program “Kencan Bumil” serta Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK sebagai upaya penguatan layanan kesehatan ibu hamil dan digitalisasi data PKK. Peluncuran ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Wakil Gubernur bersama Ketua TP PKK Provinsi, Bupati dan Wakil Bupati Blora, serta Ketua TP PKK Kabupaten Blora.

Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa program “Kencan Bumil” dirancang untuk memperkuat pendampingan ibu hamil melalui keterlibatan kader PKK di tingkat desa.

Ia menyebutkan bahwa program tersebut mengusung pendekatan berbasis kedekatan sosial di masyarakat. Menurut Nawal, satu kader akan mendampingi satu ibu hamil agar pemantauan kesehatan bisa dilakukan secara lebih intensif.

“Konsepnya satu kader mendampingi satu ibu hamil. Persoalan ibu dan anak tidak hanya persoalan medis, tetapi juga sosial. Karena itu pendampingan menjadi penting,” ujar Nawal.

Dalam penjelasannya, Nawal menegaskan bahwa meski angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah terus menurun, kasus serupa masih ditemukan di sejumlah daerah sehingga perlu perhatian berkelanjutan. Ia juga menilai keberadaan SIM PKK akan memperkuat tata kelola data program secara terintegrasi dan cepat diakses.

Lebih lanjut, Nawal menyinggung sejarah lahirnya PKK di Jawa Tengah yang berawal dari gerakan perempuan dalam menangani persoalan sosial di masyarakat.

“PKK lahir dari semangat kepedulian dan gotong royong perempuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan yang disampaikan dengan penegasan historis organisasi tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi inovasi “Kencan Bumil” karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan ibu hamil.

Ia menyoroti pentingnya peran suami dalam proses kehamilan agar kondisi kesehatan ibu dapat terpantau lebih baik.

“Sering kali ibu hamil periksa tanpa didampingi suami. Padahal suami harus tahu kondisi istrinya sehingga risiko bisa diantisipasi sejak dini,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, pendampingan sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan sangat penting untuk menekan risiko stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Selain itu, ia juga mengapresiasi peluncuran SIM PKK yang dinilai mampu memperkuat sistempemantauan program pemberdayaan masyarakat.

“Saya sudah melihat langsung SIM PKK. Ini sangat membantu untuk pemantauan program secara cepat dan terintegrasi,” ujarnya.

Taj Yasin juga menyoroti kegiatan penanaman pohon dan distribusi bibit tanaman yang dilakukan dalam rangkaian HKG PKK. Ia menilai gerakan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Terima kasih, ini bagian dari program PKK Blora melalui gerakan tanam yang rutin dilakukan setiap Rabu Pon,” katanya.

Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menjadikan Blora sebagai tuan rumah HKG PKK ke-54 tingkat provinsi.

Ia menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan UMKM.

“PKK memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas pemerintah. Ibu-ibu desa bisa support, untuk hasil UMKM desa bisa dijual di Koperasi Desa Merah Putih,” kata Mas Arief sapaan akrab Bupati Blora.

Dalam penjelasannya, Mas Arief mendorong agar produk UMKM desa dapat dipasarkan melalui koperasi untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Selain itu, ia juga memperkenalkan program literasi “Sedekah Buku” yang digagas TP PKK bersama Dinas Perpustakaan.

“Nanti buku-buku itu bisa disalurkan ke madrasah, mushala, masjid desa, dan perpustakaan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan HKG PKK ke-54 juga diisi dengan penanaman pohon serentak, penandatanganan nota kesepahaman antara BKKBN dan TP PKK Provinsi Jawa Tengah dengan Universitas Diponegoro, serta penyerahan berbagai bantuan seperti sembako, bibit tanaman, KUBE, KIA, paket ternak ayam petelur, hingga alat bantu disabilitas.***