Berita

Bupati Blora Kecewa, Revitalisasi Pasar Ngawen Masih Tersisa 10 Persen Jelang Batas Kontrak

×

Bupati Blora Kecewa, Revitalisasi Pasar Ngawen Masih Tersisa 10 Persen Jelang Batas Kontrak

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Revitalisasi Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, kembali mendapat sorotan. Di tengah tenggat penyelesaian proyek yang tinggal sehari, Bupati Blora Arief Rohman bersama jajaran Forkopimda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan, Rabu (12/08/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan proyek yang sebelumnya ditargetkan menjadi salah satu kado Hari Kemerdekaan RI itu benar-benar dikebut. Namun, hasil pengecekan justru membuat Mas Arief, sapaan Bupati Blora mengaku kecewa karena masih terdapat pekerjaan yang belum tuntas.

Pemkab Blora sebelumnya telah mengingatkan agar pelaksana mempercepat pekerjaan. Bahkan, pada 31 Juli 2026, progres proyek dilaporkan baru mencapai 82,72 persen dengan target penyelesaian pada 13 Agustus 2026.

“Terus terang kalau dikatakan kecewa, ya kecewa. Karena beberapa waktu yang lalu kami sudah datang ke sini dan sudah kami ingatkan agar ada percepatan-percepatan. Ternyata masih ada sekitar 10 persen,” tegas Mas Arief saat meninjau lokasi.

Menurut Mas Arief, pembangunan Pasar Ngawen merupakan program nasional sekaligus program prioritas yang harus segera dituntaskan karena masyarakat, terutama para pedagang, sudah lama menunggu pasar dapat kembali digunakan.

Mas Arief mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya bersama pelaksana mengecek satu per satu item pekerjaan yang masih kurang. Ia berharap Kementerian PU dan kontraktor segera mengambil langkah percepatan agar pembangunan tidak semakin molor.

“Kita berharap, baik dari kementerian maupun pelaksana, bisa menyelesaikan secepatnya. Masyarakat sudah menunggu untuk segera diresmikan dan segera digunakan,” ujar Mas Arief.

Mas Arief menambahkan, Pemkab Blora sebelumnya berharap Pasar Ngawen dapat diresmikan bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, melihat kondisi di lapangan, target tersebut terancam tidak sesuai harapan.

“Kita mimpinya momen tujuh belasan bisa kita resmikan. Tapi kalau melihat kondisi seperti ini, tidak sesuai ekspektasi yang kita inginkan,” kata Mas Arief.

Kekecewaan juga terlihat dari Wakil Bupati (Wabup) Blora Sri Setyorini. Ia mengaku kesal melihat proyek belum selesai sesuai target, terlebih tenggat kontrak tinggal sehari.

“Kesalnya kalau terlambat. Saya paling sebel kalau ada kontraktor bekerja tidak tepat waktu,” ujar Budhe Rini, sapaan akrab Wabup Blora.

Budhe Rini menegaskan, ketepatan waktu merupakan bagian penting dalam pelaksanaan proyek pemerintah. Karena itu, ia meminta kontraktor tidak lagi membuang waktu dan segera menuntaskan seluruh pekerjaan yang tersisa.

“Harapan saya dari pelaksana segera menyelesaikan saja,” tegas Budhe Rini.

Dari hasil pengecekan, Budhe Rini menyebut, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang terlihat belum rampung. Di antaranya pemasangan atap, pengerjaan kamar mandi, hingga sejumlah pekerjaan perapian.

“Yang kami lihat ada beberapa yang masih kurang. Di antaranya atap ada yang belum terpasang, pengerjaan kamar mandi dan beberapa perapian,” jelas Budhe Rini.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pasar Ngawen, Fahrizal Patriaman, memastikan pekerjaan proyek masih terus dikebut. Ia menyebut secara kontraktual pekerjaan harus selesai pada 13 Agustus 2026.

“Secara kontrak selesai 13 Agustus. Kalau tidak bisa menyelesaikan, akan kami lakukan sesuai aturan dengan kesepakatan membayar denda,” kata Fahrizal.

Fahrizal berharap seluruh pekerjaan dapat dituntaskan secepatnya. Bahkan, jika penyelesaian harus melewati 13 Agustus, pihaknya memastikan kontraktor tetap dikenai denda hingga pekerjaan benar-benar selesai.

“Mohon doa restunya agar bisa menyelesaikan tepat waktu. Kalau lewat itu tanggal 17 Agustus, mudah-mudahan,” ujar Fahrizal.

Fahrizal menjelaskan, sisa pekerjaan sekitar 10 persen tersebut sebagian besar berkaitan dengan pengadaan material. Ia memastikan barang yang dibutuhkan sudah dalam perjalanan menuju Blora.

“Kalau target penyelesaian, kekurangannya sekitar 10 persen itu ada di pengadaan barang dan saat ini sudah perjalanan menuju Blora semua,” jelas Fahrizal.

Menurut Fahrizal, pekerjaan instalasi juga telah terpasang dan tinggal menyelesaikan sejumlah bagian lainnya. Ia memperkirakan pengerjaan instalasi dapat dituntaskan maksimal dalam tiga hari.

Selain mengejar waktu, Fahrizal menegaskan kualitas bangunan tidak boleh dikorbankan. Pengerjaan tetap harus memenuhi standar Kementerian PU maupun standar nasional.

“Kita tetap menjaga sesuai dengan standar dari Kementerian PU atau standar nasional. Kita lakukan pengerjaannya dan kita pastikan standar bangunannya,” tegas Fahrizal.

Dalam pengecekan lapangan, ditemukan pula sejumlah bagian yang dinilai belum sempurna. Di antaranya reiling/plafon atap yang jatuh serta beberapa keramik di area basah yang sudah pecah dan dinilai kurang padat pemasangannya. Fahrizal memastikan bagian-bagian tersebut akan diperbaiki.

“Adanya beberapa bagian yang kurang sempurna pengerjaannya seperti yang jatuh serta bangunan di area basah ada beberapa keramik yang sudah pecah dan dalamnya kurang padat, akan kami perbaiki,” kata Fahrizal.

Dengan batas kontrak 13 Agustus 2026 yang tinggal menghitung hari, sorotan kini tertuju pada kemampuan kontraktor menuntaskan sisa pekerjaan tanpa mengorbankan kualitas bangunan. Pasar Ngawen diharapkan segera dapat digunakan kembali masyarakat setelah proses revitalisasi yang menyedot anggaran sekitar Rp30 miliar tersebut.***