BLORA, (blora-ekspres.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menargetkan penghimpunan Rp. 1 miliar melalui Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora 2026. Penggalangan dana berlangsung selama tiga bulan, mulai 12 Agustus hingga 12 November 2026, dengan menitikberatkan pada semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Bupati Blora Arief Rohman mengukuhkan Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto sebagai Ketua Panitia Bulan Dana PMI 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (12/8/2026).
Penunjukan Yudhi diharapkan memperkuat sinergi pemerintah, TNI, PMI, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Blora.
Yudhi mengatakan Bulan Dana PMI tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan mengumpulkan uang. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap sesama.
“Pencanangan ini bukan sekadar dimulainya penggalangan dana, tetapi penegasan komitmen kita bersama untuk memperkuat gerakan kemanusiaan di Kabupaten Blora. Bukan hanya menghimpun dana, tetapi juga menghimpun kepedulian,” ujar Yudhi.
Ia mengajak masyarakat berpartisipasi secara sukarela selama pelaksanaan Bulan Dana PMI. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan berbagai pelayanan kemanusiaan PMI, mulai donor darah hingga penanganan bencana.
Yudhi secara khusus mengingatkan panitia agar tidak melakukan penggalangan dana dengan cara memaksa. Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus menjadi landasan utama dalam setiap proses penghimpunan sumbangan.
“Penggalangan dana harus mengedepankan prinsip kesukarelaan. Jangan sampai ada cara-cara yang bersifat memaksa. Setiap rupiah yang disumbangkan masyarakat merupakan bentuk solidaritas yang nantinya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan kemanusiaan,” tegasnya.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung berbagai program PMI Kabupaten Blora, antara lain pelayanan donor darah, bantuan bagi korban bencana, pertolongan pertama pada kecelakaan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR).
Yudhi menegaskan, keberhasilan Bulan Dana PMI tidak semata-mata ditentukan oleh tercapainya target Rp1 miliar. Lebih penting, kata dia, adalah seberapa besar gerakan tersebut mampu melibatkan masyarakat dalam aksi kemanusiaan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Blora untuk bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan ini. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, jika dilakukan secara sukarela dan gotong royong, akan menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama,” katanya.
Ia berharap Bulan Dana PMI 2026 mampu melampaui sekadar target penghimpunan dana dan menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial secara berkelanjutan.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya terkumpulnya dana, tetapi tumbuhnya kepedulian. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, kita ingin memastikan bahwa kita hadir bersama untuk membantu,” tandas Yudhi.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan Bulan Dana PMI bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai gerakan sosial untuk memperkuat empati, solidaritas, dan budaya gotong royong masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan sosial yang bertujuan membangkitkan empati, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat,” tegas Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora.
Menurut Mas Arief, PMI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Keterbatasan pemerintah, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia, membuat peran PMI sangat dibutuhkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Pemerintah memiliki keterbatasan, baik dari sisi anggaran maupun sumber daya manusia. Kehadiran PMI menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, PMI harus berjalan searah dengan visi pembangunan daerah,” ujar Mas Arief.
Mas Arief juga mengapresiasi jajaran pengurus dan relawan PMI Kabupaten Blora yang selama ini konsisten menjalankan berbagai aksi kemanusiaan, mulai penanganan bencana, pelayanan kesehatan, donor darah hingga kegiatan sosial lainnya.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan relawan PMI yang selama ini terus bergerak membantu masyarakat. PMI telah menjadi mitra penting pemerintah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan,” kata Mas Arief.
Ia menegaskan pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menangani berbagai persoalan kemanusiaan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, PMI dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat.
“Apa yang kita kumpulkan melalui Bulan Dana PMI harus benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan dan bantuan kemanusiaan. Karena itu, sinergi dengan PMI dan seluruh elemen masyarakat harus terus kita perkuat,” ungkap Mas Arief.
Mas Arief pun mengajak masyarakat Blora berpartisipasi dalam Bulan Dana PMI 2026 secara sukarela. Menurutnya, setiap sumbangan merupakan bentuk solidaritas yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat, terutama ketika menghadapi bencana, kondisi darurat maupun persoalan kemanusiaan lainnya.
“Mari kita jadikan Bulan Dana PMI ini sebagai gerakan bersama. Bukan semata-mata mengejar angka Rp1 miliar, tetapi bagaimana dari gerakan ini tumbuh kepedulian dan solidaritas. Ketika masyarakat bergotong royong, sekecil apa pun dukungan yang diberikan akan menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama,” pungkas Mas Arief.***







