Berita

Data DESIL Blora Dinilai Tak Lagi Mutakhir, BPS Dorong Pemutakhiran

×

Data DESIL Blora Dinilai Tak Lagi Mutakhir, BPS Dorong Pemutakhiran

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) Perekonomian Kabupaten Blora tumbuh 2,67 persen pada Triwulan II 2026 secara tahunan. Namun, dalam periode yang sama ekonomi Blora mengalami kontraksi 3,97 persen dibanding triwulan sebelumnya. Di tengah kondisi tersebut, BPS Jawa Tengah mendorong pemutakhiran data DESIL yang dinilai sudah tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi masyarakat terkini.

Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Dr. Ali Said saat melakukan audiensi dengan Bupati Blora Arief Rohman di Kantor Bupati Blora, Kamis (10/09/2026).

Pertemuan yang turut dihadiri Kepala BPS Blora Rukhedi, Pj. Sekda Dasiran dan Kepala Dinsos PPPA itu membahas perkembangan ekonomi daerah, hasil Sensus Ekonomi 2026, serta pemutakhiran data DESIL.

Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi Blora secara kumulatif Semester I 2026 mencapai 3,90 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 67,26 persen dan tumbuh 4,93 persen dibanding Triwulan II 2025.

Sementara konsumsi pemerintah tumbuh 20,61 persen dan investasi atau PMTB meningkat 9,29 persen.

Dari sisi lapangan usaha, ekonomi Blora masih didominasi pertanian, pertambangan, perdagangan, dan industri pengolahan yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 69,37 persen PDRB.

Kondisi tersebut menunjukkan ekonomi Blora masih bertumpu pada sektor primer dan sumber daya alam. Karena itu, penguatan produktivitas, hilirisasi komoditas, industri pengolahan, perdagangan dan investasi menjadi penting agar pertumbuhan ekonomi lebih kuat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, BPS menyoroti data DESIL yang saat ini masih menggunakan kondisi masyarakat pada 2022. Padahal, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pada 2026 telah mengalami banyak perubahan.

Ali Said mengatakan, perubahan tersebut harus diikuti pemutakhiran data secara menyeluruh agar kebijakan pemerintah tidak menggunakan informasi yang sudah tertinggal.

“DESIL yang saat ini rujukannya masih kondisi tahun 2022 dan sekarang sudah 2026. Banyak perubahan kondisi di masyarakat yang tentu mempengaruhi informasi pada data itu sendiri, sehingga perlu pemutakhiran data secara menyeluruh,” jelas Ali Said.

Menurutnya, pemutakhiran DESIL membutuhkan kolaborasi antara Pemkab, pemerintah desa dan masyarakat. Sebab, perubahan status DESIL tidak hanya melihat kondisi satu individu, tetapi mempertimbangkan kondisi seluruh anggota keluarga.

“Kita membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, Pemkab, desa dan masyarakat, karena perubahan pada DESIL ini tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan individu atau personal pada keluarga itu sendiri, tetapi seluruh anggota keluarga,” katanya.

Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora menyambut baik penjelasan BPS tersebut. Ia mengatakan, persoalan DESIL memang menjadi salah satu perhatian masyarakat sehingga diperlukan data yang akurat dan sesuai kondisi terbaru.

“Alhamdulillah pagi hari ini kita kedatangan Kepala BPS Jawa Tengah dan BPS Blora. Kita tadi berdiskusi berbagai hal, khususnya sekarang yang menjadi perhatian publik ini terkait dengan DESIL,” ujar Mas Arief.

Mas Arief menegaskan masyarakat yang merasa status DESIL-nya tidak sesuai kondisi terkini dapat menyampaikan laporan melalui Dinsos maupun langsung kepada BPS Kabupaten Blora.

“BPS sangat menerima masukan atas status DESIL yang ada. Bisa dilaporkan melalui Dinsos atau langsung ke BPS Blora. Perubahan data sesuai kondisi terbaru itulah yang nantinya bisa mengubah status atau urutan DESIL,” terangnya.

Ia berharap sinergi Pemkab dan BPS terus diperkuat, terutama untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar kebijakan pembangunan dan upaya menekan kemiskinan.

“Semoga kita bisa terus bersinergi dalam rangka perkembangan pertumbuhan ekonomi di Blora, angka kemiskinan turun,” kata Mas Arief.

Sementara itu, Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Blora telah dilaksanakan secara door-to-door sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai aktivitas ekonomi dan pelaku usaha di Blora.

Mas Arief juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan sensus.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Blora yang telah membantu menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” pungkasnya.***