BLORA, (blora-ekspres.com) – Fraksi Persatuan Sejahtera DPRD Kabupaten Blora mendesak Pemerintah Kabupaten Blora segera mencairkan hibah sebesar Rp14,667 miliar untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidikan agama dan keagamaan.
Anggaran yang telah tersedia dalam APBD Murni 2026 tersebut diperuntukkan bagi sekitar 977 penerima, mulai dari guru Madrasah Diniyah (Madin), guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), takmir masjid, penyelenggara tempat peribadatan, guru Sekolah Minggu hingga tenaga pendidikan keagamaan lainnya.
Desakan itu disampaikan Saeful Arifin saat membacakan Pandangan Umum Fraksi Persatuan Sejahtera DPRD Blora dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Blora, Kamis (10/09/2026).
Fraksi menilai tidak ada alasan bagi pencairan anggaran tersebut untuk terus tertunda apabila seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi.
“Fraksi mendorong agar hibah sebesar Rp14.667.000.000 untuk honor atau kesejahteraan tenaga pendidikan agama dan keagamaan bagi sekitar 977 guru Madrasah Diniyah, guru TPQ, takmir masjid, penyelenggara tempat peribadatan, Sekolah Minggu dan lainnya segera dicairkan, karena anggaran tersebut telah tersedia sejak APBD Murni tahun 2026,” kata Saeful Arifin.
Menurut Fraksi Persatuan Sejahtera, keberadaan para pendidik agama dan pengelola lembaga keagamaan memiliki kontribusi besar dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka dinilai bukan sekadar persoalan bantuan, melainkan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.
Fraksi meminta Pemkab Blora tidak membiarkan anggaran yang telah disiapkan berhenti pada tahap penganggaran. Pemerintah didorong mempercepat proses administrasi dan memastikan anggaran tersebut benar-benar sampai kepada penerima yang berhak.
Beasiswa 471 Mahasiswa Juga Didorong Segera Direalisasikan
Selain hibah tenaga pendidikan agama dan keagamaan, Fraksi Persatuan Sejahtera juga menyoroti Program Beasiswa Blora Berprestasi.
Fraksi meminta pemerintah daerah memastikan program yang telah diinisiasi bersama tersebut segera berjalan dan pencairannya dapat direalisasikan. Target awal program tersebut sebanyak 471 mahasiswa.
Saeful Arifin mengatakan Fraksi Persatuan Sejahtera akan terus mendorong agar jumlah penerima manfaat Beasiswa Blora Berprestasi tidak berhenti pada angka tersebut, tetapi meningkat setiap tahun.
“Fraksi menghimbau kepada Pemerintah daerah agar segera menyelesaikan Peraturan Bupati tentang Program Beasiswa Blora Berprestasi sehingga program beasiswa yang sudah diinisiasi bersama ini dapat segera direalisasikan pencairannya, dengan target calon penerima beasiswa sebanyak 471 mahasiswa. Kami dari Fraksi terus mendorong setiap tahun jumlah penerima manfaat dari Beasiswa Blora Berprestasi ini terus meningkat,” ujarnya.
Fraksi menilai pendidikan merupakan hak fundamental yang menjadi fondasi utama kemajuan bangsa sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerataan akses pendidikan, menurut Fraksi, tidak hanya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengenyam pendidikan yang layak. Lebih jauh, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Pendidikan merupakan hak asasi fundamental yang menjadi fondasi utama bagi kemajuan suatu bangsa dan kesejahteraan masyarakatnya. Ketika pemerintah mampu menjamin akses pendidikan yang merata dan berkualitas, hal tersebut tidak hanya membuka peluang bagi setiap anak untuk meraih cita-citanya, tetapi juga memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi,” tegas Saeful.
Ia menambahkan, kesetaraan kesempatan belajar harus menjadi perhatian pemerintah. Latar belakang ekonomi maupun kondisi geografis, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi.
“Kesetaraan kesempatan belajar memastikan bahwa latar belakang ekonomi atau geografis tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkembang,” katanya.
Beasiswa Santri Tahfidz Al-Qur’an Turut Dikawal
Fraksi Persatuan Sejahtera juga memastikan akan terus mengawal program beasiswa bagi santri tahfidz Al-Qur’an untuk seluruh warga Blora.
Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat dukungan pemerintah terhadap pendidikan keagamaan dan memberikan ruang lebih luas bagi santri berprestasi.
Saeful Arifin mengatakan program tersebut merupakan salah satu agenda yang diinisiasi bersama antara Fraksi dan pemerintah daerah. Karena itu, pelaksanaannya membutuhkan komitmen dan sinergi kedua lembaga.
“Fraksi kami juga bersama pemerintah daerah menginisiasi dan akan terus mengawal tentang beasiswa bagi santri tahfidz Qur’an untuk seluruh warga Blora,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut harus dipersiapkan secara matang agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada santri yang memenuhi kriteria.
“Agar program ini dapat terlaksana dengan baik, maka perlu sinergi antara pemerintah dengan DPRD,” tegas Saeful.
Fraksi Persatuan Sejahtera DPRD Blora menegaskan, dukungan terhadap pendidikan tidak boleh berhenti pada sebatas program dan penganggaran. Seluruh kebijakan harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin anggaran pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat. Hibah tenaga pendidikan keagamaan, Beasiswa Blora Berprestasi, hingga beasiswa santri tahfidz harus direalisasikan, bukan sekadar menjadi program di atas kertas,” tegas Saeful.
Menurut Saeful, pembangunan pendidikan harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh kehidupan yang lebih sejahtera.
“Pendidikan bukan hanya soal angka partisipasi, tetapi bagaimana membuka kesempatan dan meningkatkan kualitas SDM Blora. Karena itu, program pendidikan harus benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Saeful.









