Berita

Bangkai Pesawat Dievakuasi Malam Hari, Wartawan Pertanyakan Minim Informasi

×

Bangkai Pesawat Dievakuasi Malam Hari, Wartawan Pertanyakan Minim Informasi

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Proses evakuasi bangkai pesawat yang jatuh dan terbakar di lahan pertanian Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, menyisakan tanda tanya di kalangan wartawan.

Selama dua hari pascakejadian, sejumlah wartawan media cetak, elektronik, dan daring terus memantau perkembangan di lokasi. Mereka menunggu kepastian kapan bangkai pesawat akan dievakuasi.

Namun, hingga Selasa (08/09/2026) pukul 17.00 WIB, proses evakuasi belum juga dilakukan.

Tidak adanya kepastian mengenai waktu pelaksanaan evakuasi membuat sejumlah wartawan akhirnya meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 17.00 WIB.

Mereka pulang bukan karena proses penanganan telah selesai, melainkan lantaran hingga sore hari tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kapan bangkai pesawat akan dipindahkan.

Ironisnya, sekitar pukul 20.00 WIB, wartawan justru mendapatkan kabar bahwa bangkai pesawat telah dievakuasi.

Kabar tersebut sontak menimbulkan pertanyaan. Sebab, wartawan yang selama dua hari menunggu di lokasi justru tidak mengetahui secara langsung proses evakuasi tersebut.

Salah seorang wartawan, Ely Nyunanto yang mengikuti perkembangan kasus itu mengaku kecewa karena tidak mendapatkan kepastian informasi selama berada di lapangan.

“Kami sudah dua hari menunggu. Sampai pukul 17.00 WIB belum ada kepastian kapan bangkai pesawat akan dievakuasi. Karena tidak ada informasi, akhirnya kami meninggalkan TKP,” ujarnya.

Menurut dia, yang menjadi persoalan bukan semata-mata proses evakuasi dilakukan pada malam hari. Namun, minimnya komunikasi membuat awak media tidak mengetahui kapan proses tersebut dimulai dan siapa yang melakukan evakuasi.

“Setelah kami meninggalkan TKP, sekitar pukul 20.00 WIB baru mendapat kabar kalau bangkai pesawat sudah dievakuasi. Ini yang membuat kami bertanya-tanya,” katanya.

Ia menilai, seharusnya pihak terkait memberikan informasi yang jelas kepada media, terlebih peristiwa jatuhnya pesawat tersebut menjadi perhatian publik dan proses evakuasinya berkaitan dengan kepentingan investigasi.

“Kalau memang evakuasi akan dilakukan malam hari, mestinya ada pemberitahuan. Kami sudah menunggu sejak siang sampai sore, tetapi tidak ada kepastian. Setelah wartawan pergi, justru bangkai pesawat dievakuasi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, menimbulkan kesan seolah-olah ada informasi yang tidak disampaikan secara terbuka kepada awak media.

“Ini yang menjadi tanda tanya. Terkesan ada hal yang ditutupi karena kami menunggu berjam-jam, tetapi ketika sudah meninggalkan lokasi justru evakuasi dilakukan,” tegasnya.

Meski demikian, wartawan tersebut berharap ke depan pihak-pihak terkait dapat memberikan informasi yang lebih terbuka dan terkoordinasi kepada media, khususnya dalam penanganan peristiwa yang memiliki kepentingan publik.

“Kami hanya berharap ada komunikasi yang jelas. Kalau memang evakuasi akan dilakukan, setidaknya media bisa mendapatkan informasi. Dengan begitu, tidak muncul berbagai pertanyaan atau kesan negatif akibat minimnya komunikasi,” ujarnya.

Sebelumnya, bangkai pesawat yang jatuh dan terbakar di Desa Sarimulyo masih diamankan di lokasi karena proses investigasi. Kepolisian menyatakan lokasi kejadian berstatus status quo sambil menunggu penanganan dan investigasi dari pihak terkait.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang berwenang mengenai waktu pasti pelaksanaan evakuasi, pihak yang melakukan evakuasi, serta alasan mengapa proses tersebut dilakukan setelah awak media yang sebelumnya menunggu di lokasi tidak lagi berada di tempat.***