Berita

Dua Proyek Tuntas, DPUPR Blora Genjot Perbaikan Infrastruktur

×

Dua Proyek Tuntas, DPUPR Blora Genjot Perbaikan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora terus mengebut pengerjaan infrastruktur jalan, jembatan, talud, dan drainase pada 2026. Dari total 33 kegiatan fisik yang telah berkontrak, dua pekerjaan dilaporkan rampung 100 persen, sedangkan pekerjaan lainnya masih berjalan dengan progres rata-rata sekitar 70 persen.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Blora, Danang Adiamintara, mengatakan seluruh kegiatan fisik infrastruktur yang bersumber dari APBD Kabupaten Blora 2026 telah memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah daerah kini mendorong agar setiap proyek berjalan sesuai jadwal dan memenuhi target penyelesaian yang ditetapkan dalam kontrak.

“Total ada sekitar 33 kegiatan fisik infrastruktur. Seluruhnya sudah berkontrak dan saat ini dalam proses pengerjaan. Dua pekerjaan sudah selesai 100 persen, sementara yang lainnya masih berjalan,” kata Danang, Selasa (20/10/2026).

Dua pekerjaan yang telah rampung tersebut adalah peningkatan ruas jalan Turirejo-Palon-Nglobo yang berada di wilayah Kecamatan Jepon dan Jiken, serta penanganan longsoran pada ruas jalan Randublatung-Getas yang melintasi Kecamatan Randublatung dan Kradenan.

Menurut Danang, kedua pekerjaan itu merupakan bagian dari proyek yang dilelang lebih awal atau melalui mekanisme lelang dini pada Desember 2025. Dengan proses pengadaan yang dilakukan lebih awal, pekerjaan dapat dimulai terlebih dahulu dibandingkan proyek yang dilelang pada periode berikutnya.

“Pekerjaan yang sudah mencapai 100 persen ada dua, yakni peningkatan ruas jalan Turirejo-Palon-Nglobo dan penanganan longsoran ruas Randublatung-Getas. Keduanya sudah selesai dikerjakan,” ujarnya.

Sementara itu, sebagian besar kegiatan lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Dengan progres rata-rata sekitar 70 persen, DPUPR Blora terus memantau perkembangan pekerjaan agar pelaksanaan di lapangan tidak melampaui batas waktu yang telah disepakati.

Danang menjelaskan, seluruh kegiatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Blora 2026. Pekerjaan tersebar di sejumlah kecamatan, meliputi Blora, Jepon, Randublatung, Jati, Kunduran, Japah, Todanan, Ngawen, Tunjungan, Cepu, Kradenan, Kedungtuban, hingga Sambong.

Pekerjaan didominasi peningkatan jalan kabupaten untuk memperbaiki kondisi ruas jalan dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat. Sejumlah ruas yang ditangani antara lain Balong-Kepoh-Bodeh, Bangkle-Balong, Banjarjo-Sambonganyar-Rowobungkul, Bradag-Krocok-Srigading, serta Dalangan-Bedigin-Kedungbacin.

Selain peningkatan jalan, DPUPR juga melaksanakan pembangunan talud dan drainase, penanganan longsoran, pembangunan jembatan, serta rehabilitasi jembatan. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi infrastruktur sekaligus menangani kerusakan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Beberapa kegiatan di antaranya pembangunan talud dan drainase pada ruas jalan Pelem-Ngampon-Jepangrejo, penanganan longsoran jembatan di ruas Kunduran-Doplang, pembangunan Jembatan Cabean pada ruas jalan Bajo-Sugihwaras-Cabean, serta rehabilitasi jembatan pada ruas Doplang-Jati-Bangkleyan.

DPUPR Blora juga mengerjakan pemeliharaan berkala ruas Jalan Lapangan Kridosono di Kecamatan Blora. Beragam jenis pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur tidak hanya berfokus pada peningkatan jalan, tetapi juga mencakup pemeliharaan dan perbaikan fasilitas pendukung konektivitas ant wilayah.

Terkait target penyelesaian, Danang menyebut setiap proyek memiliki tenggat waktu berbeda sesuai ketentuan dalam kontrak. Sejumlah pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Oktober, sedangkan lainnya dijadwalkan selesai pada November hingga Desember 2026.

Pihaknya terus mendorong pelaksana proyek untuk menjaga ritme pekerjaan dan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal. Meski demikian, percepatan tetap harus mempertimbangkan kondisi lapangan dan kualitas hasil pekerjaan.

“Target penyelesaian tetap mengacu pada kontrak masing-masing proyek. Ada yang selesai pada akhir Oktober, November, dan Desember. Kalau kondisi di lapangan memungkinkan untuk diselesaikan lebih cepat, tentu itu lebih baik,” tegas Danang.

Dengan puluhan pekerjaan yang masih berlangsung, DPUPR Blora berharap seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal. Penyelesaian tepat waktu dan kualitas pekerjaan yang terjaga menjadi hal penting agar anggaran daerah yang telah dialokasikan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Seluruh pekerjaan kami dorong selesai tepat waktu dengan tetap menjaga kualitas. Anggaran yang dialokasikan harus menghasilkan infrastruktur yang kuat, aman, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Danang.***(Adv/Ely/Dinkominfo)