BLORA, (blora-ekspres.com) – Bupati Blora, Arief Rohman membakar semangat ratusan atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah XVII Tahun 2026. Mengirimkan 237 atlet, Kabupaten Blora memasang target mempertahankan peringkat keenam yang diraih pada PORPROV 2023.
Upacara pelepasan kontingen Kabupaten Blora menuju PORPROV Jawa Tengah XVII Tahun 2026 dipimpin Bupati Blora Arief Rohman dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Penjabat Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta pelatih, official, dan anggota kontingen di halaman Kantor Bupati Blora, Rabu (21/10/2026).
Sebanyak 351 personel diberangkatkan untuk membawa nama Kabupaten Blora dalam ajang olahraga tingkat provinsi yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026. Mereka terdiri atas 237 atlet, 69 pelatih, dan 45 official yang akan berjuang di 37 cabang olahraga.
Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blora, para pelatih, official, dan seluruh atlet yang telah menjalani persiapan untuk menghadapi kompetisi tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KONI, para pelatih, official, serta seluruh atlet yang telah mempersiapkan diri untuk membawa nama baik Kabupaten Blora dalam ajang olahraga tingkat Provinsi Jawa Tengah ini,” ujar Mas Arief.
Mas Arief berharap seluruh atlet tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaik untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi daerah. Menurut Mas Arief, kedisiplinan, semangat juang, kekompakan, dan kepercayaan diri menjadi modal penting menghadapi persaingan antarkabupaten/kota.
Pada PORPROV Jawa Tengah XVI Tahun 2023 di Pati Raya, Blora menempati peringkat keenam dengan raihan 39 medali emas, 43 medali perak, dan 41 medali perunggu. Capaian tersebut menjadi tolok ukur sekaligus tantangan bagi kontingen tahun ini.
“Tahun ini, target kita adalah mempertahankan peringkat keenam. Saya berharap seluruh atlet dapat berjuang maksimal, menjaga semangat, dan berusaha meraih prestasi terbaik, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” tegas Mas Arief.
Mas Arief juga mengingatkan para atlet agar menjaga sportivitas dan menghormati lawan selama pertandingan. Menurutnya, setiap atlet membawa tanggung jawab untuk mengharumkan nama diri sendiri, keluarga, dan Kabupaten Blora.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, disiplin, dan percaya diri. Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan, serta patuhi aturan pertandingan. Ingat, kalian tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama Kabupaten Blora,” pesan Mas Arief.
Selain memberikan dukungan moral, Mas Arief menyampaikan bahwa pemerintah daerah tetap mengupayakan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Besaran bonus diharapkan setidaknya dapat menyamai pemberian pada PORPROV sebelumnya, dengan peluang peningkatan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Insya Allah tetap ada bonus. Biasanya ini pasti ditanyakan ketika mendapat emas, perak atau perunggu, ini dapat bonus nggak ya. Minimal sama seperti tahun kemarin, syukur-syukur bisa naik. Semoga keuangan daerahnya mampu,” terang Mas Arief.
Mas Arief juga meminta para pelatih dan official memastikan atlet mendapatkan pendampingan optimal selama pertandingan. Kesehatan, kondisi fisik, kekompakan, serta kesiapan mental seluruh anggota kontingen harus menjadi perhatian agar mereka dapat tampil maksimal.
Untuk membangkitkan semangat juang, Bupati mengajak seluruh kontingen menggelorakan slogan kebanggaan daerah.
“Rambate Rata Hayo! Blora Hebat Terus Maju, Blora Juara!” seru Mas Arief.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan persiapan yang telah dilakukan, kontingen Blora diharapkan mampu tampil konsisten, menjaga sportivitas, serta membawa pulang prestasi yang membanggakan masyarakat.
Melalui sambungan seluler, Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, turut mendorong agar keikutsertaan kontingen dalam PORPROV Jawa Tengah XVII Tahun 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah. Menurutnya, target mempertahankan peringkat keenam harus diimbangi dengan pembinaan atlet yang berkelanjutan, dukungan fasilitas latihan, serta perhatian terhadap kesejahteraan atlet dan pelatih.
“Target mempertahankan peringkat keenam harus menjadi pemacu semangat seluruh atlet untuk berjuang lebih keras. Kami berharap kontingen Blora tidak sekadar mampu mempertahankan prestasi sebelumnya, tetapi juga membuka peluang meraih hasil yang lebih baik. Atlet yang berprestasi harus mendapat apresiasi, sementara pembinaan olahraga harus terus diperkuat agar prestasi Blora semakin meningkat,” ungkap Siswanto.
Siswanto menegaskan, DPRD mendukung upaya peningkatan prestasi olahraga sebagai bagian dari upaya mengangkat nama baik Kabupaten Blora. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar potensi atlet lokal dapat berkembang secara optimal.
“Jangan sampai atlet hanya mendapat perhatian ketika menjelang pertandingan. Pembinaan harus dilakukan secara konsisten, mulai dari penjaringan bibit unggul, peningkatan kualitas pelatih, hingga dukungan sarana dan prasarana. Dengan persiapan yang matang dan kerja sama semua pihak, kami berharap Blora mampu bersaing dan membawa pulang prestasi membanggakan,” tutup Siswanto.***(Adv/Ely/Humas Prokompim)











