Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
Pemerintahan

Bupati Blora Sosialisasi Pembatalan Jama’ah Calon Haji 1441

×

Bupati Blora Sosialisasi Pembatalan Jama’ah Calon Haji 1441

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora melakukan sosialisasi pembatalan keberangkatan kepada calon jamaah haji pada tahun 2020/1441 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (12/10/2020).

Sosialisasi tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) No.494 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M. Kebijakan ini diambil karena Pemerintah harus mengutamakan keselamatan jemaah di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai.

Sosialisasi tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Blora, Djoko Nugroho.

Dalam sambutannya, Kokok, panggilan akrab Bupati Blora meminta kepada para jamaah untuk bersabar dan ikhlas menerima keputusan ini.

“Saya minta Bapak dan Ibu sekalian dapat ikhlas menerima keputusan yang diambil oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini semata-mata untuk kebaikan kita bersama,” ujar Kokok.

Dia juga berharap semoga pandemi ini segera berlalu dan ibadah haji dapat kembali dilaksanakan secara normal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Mari kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan pandemi ini segera berlalu, sehingga ibadah haji dapat kembali dilaksanakan normal,” terang Kokok.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blora, Suhadi menyatakan bahwa untuk mengambil keputusan pembatalan ini, Kementerian Agama Republik Indonesia sudah melakukan proses kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang haji di saat pandemi di masa-masa lalu. Didapatkan fakta bahwa penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah menular, telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan di mana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban.

“Maka, jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar yaitu menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah,” jelas Suhadi.***(Red)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *