Dorong Kesejahteraan Peternak Sapi Potong, Arief Rohman Jajaki Kerjasama Pembiayaan

BLORA, (blora-ekspres.com) – Memiliki salah satu potensi peternakan yang menjanjikan, khususnya sapi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana mendorong sektor peternakan yang ada di Blora.

Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, Blora memiliki salah satu potensi peternakan yang menjanjikan, khususnya sapi. Ia pun berharap dengan diskusi dan rencana ini nantinya dapat mendorong sektor peternakan yang ada di Blora

“Potensi peternakan yang ada ini sebetulnya bisa mengungkit secara siginifikan terkait dengan perkonomian di Blora. Potensi yang ada ini kami harap kedepannya juga minta tolong dibantu oleh berbagai pihak dalam rangka untuk mengembangkan potensi sapi yang ada tentunya kerjasama dengan pemerintah, BUMN, swasta, koperasi maupun akademisi juga dengan pihak desa ini kita bisa harapkan bisa membawa perubahan terkait dengan sapi yang ada di Blora ini,” ungkap Arief Rohman, saat mengawali jalannya diskusi bersama sejumlah stakeholder di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis (11/02/2021).

Ia pun berharap dengan diskusi dan rencana ini nantinya dapat mendorong sektor peternakan yang ada di Blora dalam rangka kerjasama pembiayaan kemitraan sapi potong di Kabupaten Blora pada tahun 2021-2022

Lanjutnya, dengan adanya kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para peternak sapi maupun masyarakat.

“Pemda siap untuk bekerjasama, kita prinsipnya kerjasama yang tentunya menguntungkan untuk masyarakat, untuk petani, dan kita harapkan ada nilai tambah ekonomi untuk masyarakat Blora,” kata Arief Rohman yang juga sebagai Bupati Blora terpilih pada Pilkada serentak Desember lalu.

Dalam diskusi yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, Arief Rohman turut mengundang beberapa stakeholder mulai dari Dharmajaya, Bank Sinarmas, BMT Jawa Tengah, PT. GMM, Nufeed, perwakilan kepala desa dan perwakilan peternak serta Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, Gundala Wejasena beserta jajarannya.

Wabup pun meminta kepada para mitra agar konsep dan program tersebut untuk semakin dimatangkan, Ia pun juga mendorong supaya nantinya disiapkan BUMD untuk sektor peternakan supaya nantinya pengelolaannya lebih baik.

‘Kedepan tolong disiapkan BUMD yang kaitannya dengan peternakan juga agar kita pola kerjasamanya nanti membawahi Bumdes-Bumdes ini kita juga ada BUMD, kita wadahi dalam bentuk BUMD biar kerjasamanya profesional antar badan usaha, dan yang terpenting bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat dan bisa memberikan masukan untuk daerah,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya program tersebut nantinya dapat membantu mengentaskan kemiskinan yang ada di Blora salah satunya melalui sektor peternakan.

Sementara itu, perwakilan dari salah satu perusahaa mitra, Fathur menerangkan konsep kemitraan yang ditawarkan kepada peternak adalah pembiayaan sapi potong.

“Konsep yang sudah dibuat bahwa nanti peternak itu menerima dalam bentuk sapi dan di-support pakan, dan nanti konsep pendampingan yang akan dilakukan baik melalui Bumdes atau melalui koperasi yang nanti akan kita sinergikan supaya nanti berjalan yang ada di desa-desa,” jelasnya.

Dikatakannya, berdasarkan analisa penggemukan dari beberapa model dengan pakan yang sudah diujicobakan beberapa peternak yang sekarang sudah berjalan ada di Wonogiri dan Bojonegoro menunjukan bahwa dapat memberikan keuntungan bagi peternak.

Fathur mengungkapkan bahwa pada tahap pertama untuk Kabupaten Blora setidaknya akan ditargetkan untuk 5000 ekor sapi serta ada sepuluh kecamatan yang akan direncanakan pada tahap pertama. Rencananya satu peternak akan didukung oleh perbankan sebanyak sepuluh ekor.

“Ada sepuluh kecamatan yang dipilih pada tahap pertama, pada kuartal pertama dan kedua sebanyak 1500 ekor, dan pada kuartal ketiga sebanyak 2000 ekor,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan menambahkan, pihaknya siap mendukung upaya-upaya dalam rangka mensejahterakan para peternak di Blora.

“Kami akan inventarisir kandang-kandang komunal, dan saya kira kelompok-kelompok yang ada dengan pola kemitraan mereka sangat siap untuk melaksanakan kegiatan ini. Sehingga kegiatan ini bisa lebih mendukung ekonomi mereka juga,” pungkasnya.***Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.