DPRD Jateng Minta Proyek Pembangunan Bandara Ngloram Cepat Selesai

BLORA, BE – Komisi D DPRD Jawa Tengah bersama Dinas Perhubungan dan Bappeda Jawa Tengah melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Blora guna meninjau perkembangan pembangunan Bandara Ngloram, Selasa (21/01/2020) kemarin.

Setibanya di Blora, rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri langsung meninjau kondisi landasan terbang sepanjang 1200 meter telah selesai dibangun dan berhasil digunakan untuk test flight oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan, Polana B Pramesthi pada 11 Januari 2020 lalu.

Dalam peninjauan landasan landasan pacu Bandara Ngloram yang rencananya akan dikembangkan hingga 1600 meter tersebut, Komisi D DPRD Jawa Tengah bersama rombongan didampingi oleh Satker Pelaksana Pembangunan Bandara Ngloram dan dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman.

Usai kunjungan lapangan, Komisi D DPRD Jawa Tengah melanjutkan dengan presentasi dan diskusi bersama di salah satu hotel yang ada di Kecamatan Cepu.

Dalam diskusi bersama seusai peninjauan, Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri menanyakan progres apa saja yang sudah ditindaklanjuti, dan sudah sampai mana upaya pembangunan bandara, dan kendala yang dihadapi serta target selesai semuanya.

“Pembangunan tidak hanya di Blora saja, di Jawa Tengah ada beberapa wilayah yang sedang melakukan pembangunan bandara, seperti Karimunjawa, Wirasaba dan pengembangan bandara di Cilacap, tentu ini harus dilakukan secara berimbang,” ucap Alwin Basri.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso juga berharap agar pembangunan ini bisa merata di Jateng supaya bisa direalisasikan bersama. Pihaknya menginginkan agar pembangunan Bandara Ngloram segera diselesaikan.

“Masyarakat tentu juga sudah berharap bisa terselesaikan, sehingga masyarakat bisa langsung menggunakan fasilitas ini guna mempermudah transportasi udara,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Satker Pelaksana Proyek Bandara Ngloram, Abdul Rozaq menjelaskan untuk rencana pembangunan di tahun 2020 dengan panjang 1600m x 30m. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada tahun 2021, dan tahun 2022 sudah siap dioprasionalkan penuh.

“Dibalik pembangunan bandara, kami juga mengupayakan pembangunan fasilitas penunjang lainnya, seperti pembangunan gedung kantor, terminal, jalan akses bandara, tempat ibadah, tempat parkir,” lanjut Abdul Rozaq.

Abdul Rozaq mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan bandara akan terus dilakukan.

“Tahun 2020 ini pihaknya akan melaksanakan pembangunan terminal penumpang dengan pagu anggaran sekitar Rp 30 miliar.” jelas Abdul Rozaq.

Rozaq menyampaikan saat ini, Bandara Ngloram memiliki runway sepanjang 1.200 m x 30 m dan belum memiliki terminal penumpang.

“Tahap ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2020, agar dapat segera dioperasikan menjadi bandara komersil,” ucap Abdul Rozaq.

Pada tahap kedua dilakukan pengembangan runway menjadi 1.600 x 30 m, apron menjadi 127 m x 90 m, terminal penumpang menjadi 2.013 meter persegi dengan kapasitas 138.562 penumpang per tahun.

Tahap ketiga, runway diperluas menjadi 1.850 m x 45 m, apron menjadi 168 m x 90 m, dan terminal penumpang menjadi 3.726 meter persegi dengan kapasitas 237.390 penumpang per tahun.

Tahap terakhir direncanakan runway akan memiliki panjang 2.000 m x 45 m, apron seluas 168 m x 90 m akan difasilitasi untuk dapat menampung 4 pesawat ATR 72-600 serta dua pesawat Boeing 737-600, serta terminal penumpang yang luasnya 5.216 meter persegi dengan kapasitas 420.551 penumpang per tahun.

Komisi D DPRD Jawa Tengah bersama Dinas Perhubungan dan Bappeda Jawa Tengah saat melakukan peninjauan Bandara Ngloram

Sedangkan Kepala Bandara Dewandaru Karimunjawa, Yoga Komala selaku koordinator proyek Bandara Ngloram menjelaskan kendala yang dihadapi saat ini yakni adanya alokasi anggaran namun minim lahan pembangunan.

“Harapan kami alokasi anggarannya segera digunakan, karna kami pasti dibatasi waktu,” katanya.

Yoga menjelaskan jalan akses bandara juga segera diperbaiki, karena salah satu faktor penting untuk menuju ke lokasi bandara.

“Akses jalan bandara minimum Desember 2020 sudah layak pakai,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman, M.Si, mengucapkan terimakasih kepada Komisi D DPRD Jateng yang telah memberikan dukungan penuh untuk aktivasi Bandara Ngloram.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Komisi D DPRD Jateng yang telah ikut mendukung pembangunan Bandara Ngloram ini,” ucap Wakil Bupati.

Setelah dilakukan pendaratan oleh Bu Dirjen Perhubungan Udara kemarin, menurut Wakil Bupati akan dilakukan koordinasi lanjutan agar landasan yang sudah jadi bisa dimanfaatkan untuk penerbangan charter terlebih dahulu.

“Kita akan koordinasikan, sambil menunggu kesiapan penerbangan komersil, akan kita upayakan bisa untuk pesawat charter terlebih dahulu. Seperti Pertamina, Exxon Mobil, PPSDM Migas, dan stakeholder lain yang berminat untuk transportasi udara,” lanjut Wakil Bupati.

Pihaknya menerangkan bahwa tahapan tersebut sudah dipersiapkan. Pemkab Blora bersama Pemprov Jateng telah bekerjasama untuk pembangunan jalan akses masuk.

“Mohon doanya agar semua tahapan berjalan lancar, kami juga mohon dukungan kepada DPRD Provinsi Jateng agar pembangunan bandara lancar dan sesuai target,” tambah Wakil Bupati.

Selain Kabupaten Blora, keberadaan bandara ini nantinya juga akan dimanfaatkan oleh beberapa Kabupaten tetangga seperti Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Rembang, hingga Grobogan bagian timur. Dengan begitu diharapkan Blora bisa menjadi pintu gerbang ekonomi baru di Jawa Tengah bagian timur.***(Pro/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.