Gelar Konferensi Pers, Bawaslu Blora Pastikan Tak Ada Titipan

BLORA, BE – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blora menggelar konferensi pers mengenai aporan kinerja akhir tahun Bawaslu Kabupaten Blora, di Kantor Bawaslu Blora, Senin (30/12/2019) juga dibahas terkait polemik perekrutan Panwascam.

Dalam konferensi pers kali ini, Ketua Bawaslu Blora,Lulus Mariyonan di dampingi seluruh komisioner bawaslu lainnya, Sugie Rusyono, Andhika Fuad Ibrahim, Anny Aisyah dan Ahmad Rozaq.

Ketua Bawaslu Blora,Lulus Mariyonan mengatakan, acara ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggung jawaban Bawaslu kepada public atas kenerja menjelang pilkada pada 2020.

Adanya polemik perekrutan Panwascam dan sebelumnya, Bupati Blora Djoko Nugroho juga menyayangkan sikap Bawaslu Blora yang cenderung tertutup dengan dalih independensi.

Terkait perekrutan Panwascam, Bawaslu Blora menegaskan, proses tersebut telah dijalankan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ada. Proses penggantian Panwascam terpilih yang belakangan mengundurkan diri, akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Proses yang kami lalui akan tetap berjalan, sudah sesuai juklak. Perekrutan Panwascam berpedoman keputusan ketua Bawaslu (tentang) pelaksanaan pembentukan Panwas. Proses PAW akan diverifikasi,” ungkapnya.

Adanya tudingan yang bergulir terkait perekrutan Panwascam, dinilai, polemik tersebut terjadi lantaran perbedaan persepsi belaka.

“Ini hanya perbedaan persepsi saja, karena belum ketemu. Terkait kami tidak mau diajak koordinasi, itu tidak benar. Kami banyak keterbatasan,” imbuh Lulus.

“Bawaslu lembaga vertikal, harus menjaga independensi. Koordinasi harus tetap dijaga dan dilaksanakan,” ucap Lulus Mariyonan.

Tak hanya itu, Lulus menambahkan, pihaknya berencana akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Blora dalam waktu dekat. Pasalnya, dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu membutuhkan fasilitasi dari para stakeholder terkait.

“Bawaslu merencanakan untuk berkoordinasi dengan Pemkab. Mohon diberikan waktu untuk menghadap menyampaikan beberapa hal. Misal marah juga kami terima. Masih banyak fasilitasi yang kita butuhkan, (misalnya) pemetaan potensi kerawanan,” pungkasnya.***(Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.