Kades Rowobungkul, Warga Perantau yang Mudik Wajib Lapor

BLORA, (blora-ekspres.com) – Meluasnya wabah virus corona (Covid-19) diberbagai daerah termasuk di daerah ibu kota Jakarta akan berdampak juga pada para perantau yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tak sedikit pula mereka yang memilih pulang ke kampung halamannya.

Meski menjadi tradisi, aktivitas mudik yang melibatkan puluhan ribu orang tentu saja berpotensi menjadi ladang penyebaran corona, terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi umum.

Hal tersebut tentu saja menimbulkan rasa khawatir bagi masyarakat lokal, apalagi jika pemudik tidak menyadari jika dirinya terpapar virus corona saat berada di Jakarta atau pada saat di perjalanan.

Menyikapi banyaknya pemudik yang pulang ke kampung halaman. Pemerintah Desa (Pemdes) Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mengambil langkah antisipatif untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Pemdes Rowobungkul menerapkan syarat wajib yang harus dilakukan para pemudik.

Guna mengantisipasi penularan penyakit Covid-19, para perantau asal Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora yang pulang kampung, mereka harus melapor dan menjalani pemeriksaan kesehatan dan disemprot disinfektan sebelum kembali ke rumah.

Pemdes Rowobungkul mengimbau masyarakatnya yang baru saja mudik diwajibkan lapor ke RT/RW setempat. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pendataan jika ada yang ketahuan positif terinfeksi virus Corona.

Kepala Desa Rowobungkul, Sugiyanto mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19.

Mudik lanjut Sugiyanto, sebenarnya bertentangan dengan anjuran pemerintah yang telah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik di tengah wabah virus Corona berlangsung.

Sugiyanto memahami. Namun, tidak menutup kemungkinan masih banyak para pekerja dari luar daerah yang mudik.

Kendati demikian, dia mengimbau warganya yang baru pulang dari luar daerah dan harus langsung mengecek kesehatan mereka untuk memastikan mereka tidak terpapar virus corona atau Covid-19. “Mereka harus cek dululah minimal periksa suhu tubuh mereka,” kata Sugiyanto kepada media ini di sela-sela penyemprotan penyemprotan disinfektan, Sabtu (28/03/2020).

Sugiyanto meminta kepada masyarakat yang baru pulang dari perantauan, dari mana pun wajib lapor lurah ataupun perangkat desa lainnya yang bisa menyampaikan ke pihak yang berwenang.

“Semua itu demi kebaikan, kesehatan dan keamanan kita bersama dan keluarga,” kata dia.

Sugiyanto mengimbau kembali warganya untuk menjaga kondisi tubuh dengan banyak berjemur, tidak keluar rumah bila tidak ada keperluan mendesak dan menjauhi keramaian untuk sementara waktu.

“Semua pihak juga harus menjaga jarak saat aktivitas seperti saat berkomunikasi dengan satu sama lain satu meter minimal dan mencuci tangan sehabis beraktivitas,” jelas dia.

Pemdes Rowobungkul terus juga melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 telah melakukan beberapa upaya seperti penyemprotan disinfektan ke rumah ibadah, jalan protokol dan sekolah.

“Semua kegiatan pencegahan tersebut dilakukan sesuai arahan dari Wali Kota Kota Bandarlampung agar kota ini terhindar dari wabah Covid-19,” kata dia.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.