Kirab Pusaka Hari Jadi Blora ke-271 Mengelilingi Kota dan Laku Bisu

BLORA, (blora-ekspres.com) – Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Blora yang ke-271, Pemerintah Kabupaten Blora menggelar kirab pusaka, Rabu (02/12/2020) dini hari.

Meskipun saat ini masih berada di situasi Pandemi Covid-19, kirab pusaka peringatan Hari Jadi ini, digelar dengan sangat sederhana. Namun, tidak meninggalkan unsur kesakralan dan antusias warga sekitar berbondong-bondong menuju jalan yang dilalui oleh peserta kirab.

Kirab dimulai dari halaman Pendopo Rumah Bupati menyusuri jalan keliling kota dan kembali ke Pendopo Rumah Bupati. Sepanjang perjalanan, peserta kirab tanpa menggunakan alas laki dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, sering disebut tapa bisu atau laku bisu.. Konon tapa bisu ini sebagai simbol bentuk introspeksi diri terhadap hal-hal yang selama ini kurang baik

Sebelum kirab dilakukan, Bupati Djoko Nugroho penyerahan keris pusaka Kyai Bisma kepada Sekda Blora Komang Gede Irawadi selaku yang pembawa pusaka.

Bupati Djoko Nugroho mengatakan kirab pusaka digelar untuk melestarikan budaya dan tradisi Jawa. Selain itu sebagai pengenalan kepada generasi milenial yang diketahui sudah mulai tergerus jaman.

“Tujuannya untuk nguri-nguri budaya dan tradisi Jawa serta pengenalan kepada generasi milenial supaya lebih mengenal lagi budaya di indonesia,” terang Kokok, panggilan akrab Bupati Blora.

Lebih lanjut, Kokok menambahkan, karena saat ini sedang pandemi dan kita sedang melaksanakan Pilkada, sehingga peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-271 dilaksanakan sangat sederhana.

“Hanya tirakatan dan doa,” jelas Kokok.

Ini semua, tambah Kokok, kita laksankan untuk menjaga suasana hati kita. Dan satu lagi, Jumat (11/12/2020) nanti yang kita laksanakan hanya tasyukuran secara sederhana di siang hari. Tidak di malam hari,” tandasnya.

Bupati Blora, Djoko Nugroho Bupati Djoko Nugroho penyerahan keris pusaka Kyai Bisma kepada Sekda Blora Komang Gede Irawadi (Foto : Dok/Teguh)

 

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Slamet Pamuji, menjelaskan urutan kirab pusaka diawali, pembawa obor, kemudian cucuk lampah, dilanjutkan dengan Pusaka Kyai Bisma yang dibawa Sekda Blora Komang Gede Irawadi.sebagai (pusaka) piandel Blora dan diikuti pusaka lainnya yang dibawa oleh paraga, Obor Tengah dan Obor Belakang oleh petugas secara berurutan.

Kemudian Pangombyong Kirab Pusaka terdiri Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Blora, Permadani, Paguyuban Warga Masyarakat Sedulur Sikep.

Paraga kirab pusaka mengenakan beskap landung (khas Surakarta), sedangkan pangombyong kirab menyesuaikan dengan identitas kelompok masing-masing.

Sedangkan rute Kirab Pusaka, Start dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, menuju Jalan RA Kartini – Jalan Dr. Sutomo – Jalan Gunung Sumbing – Jalan Pemuda – Jalan Arumdalu – Jalan Kolonel Sunandar – Jalan Nusantara – Jalan KH. Ahmad Dahlan – Jalan Abu Umar – Pendopo Kabupaten Blora.

“Kirab ini menjadi tradisi melekat peringatan Hari Jadi Blora, yang bisa disebut temu gelang. Artinya memutar dan kembali lagi bertemu di pendopo rumah dinas bupati Blora. Hanya saja karena di tengah pandemi Covid-19, dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan jumlah peserta dibatasi,” jelas Mumuk, sapaan akrab Kepala Dinporabudpar Blora.

Menurutnya, ada ketentuan yang harus ditaati oleh peserta kirab pusaka, yakni dilarang berbicara selama perjalanan sesuai rute yang ditentukan.

“Selama perjalanan tidak boleh bicara dan harus khidmat dengan memanjatkan doa kepada Tuhan agar Kabupaten Blora serta warga masayarakat diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana,” ujarnya.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.