Meski Beri Sinyal Usung Calon Sendiri, Golkar Butuh Koalisi dalam Pilkada Blora

BLORA, (blora-ekspres.com) – Partai Golkar (PG) Blora mengisyaratkan bakal mengusung bakal calon bupati (bacabup) sendiri di pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember nanti. Hal ini disampaikan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) I Jawa Tengah saat kemarin menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Blora kemarin. Bahkan pihaknya mengklaim akan segera mengumumkan bacabup dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD I Jawa Tengah Anton Lami Suhadi mengatakan, sampai saat ini Golkar masih proses negosiasi politik dengan partai lain yang belum mengeluarkan rekomendasi. Karena untuk maju menjadi bacabup minimal harus mendapatkan sembilan kursi di DPRD. Sementara Golkar saat ini memiliki lima kursi. ‘’Harus cari empat lagi, dan empat ini masih komunikasi politik,’’ ungkapnya.

Dengan waktu yang tersisa hingga 3 September nanti dan 4 – 6 September mulai pendaftaran. DPD Golkar harus bertindak cepat untuk melakukan komunikasi dengan partai yang bakal diajak untuk bergabung.

Anton, sapaannya,mengaku, untuk sekarang pihaknya mengaku sudah memiliki calon bacabup. Karena dari kader Golkar sendiri yakni Riza Yudha sudah siap menjadi bakal calon wakil bupati (bacawabup). Dan dalam waktu dekat akan diumumkan bacabupnya. ‘’Dalam waktu dekatlah, minggu ini akan clear siapa calonnya,’’ imbuhnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa Golkar mantap maju sebagai pasangan ketiga dalam bursa pilkada Blora tahun ini. ‘’Iya, bersama dengan partai lain, karena tak mungkin sendiri karena hanya ada lima kursi,’’ jelasnya.

Sampai saat ini adapun parpol yang belum mengeluarkan rekomendasi, Partai Perindo, Hanura dan Demokrat.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Blora Siswanto belum berani terbuka terkait apakah bakal mengusung bakal calon sendiri dalam pilkada nanti. Meski Anton mantap ingin mengusung calon sendiri. Siswanto mengaku, dalam pilkada ini kesempatan untuk Golkar mengusung calon sendiri masih terbuka. Karena sampai saat ini parpol lain yang belum merekomendasikan ada empat partai, Golkar, Hanura, Perindo dan Demokrat. ‘’Masih ada sebelas kursi tersisa,’’ bebernya.

Peluang lain, lanjutnya, bisa saja Golkar juga kembali mengusung pasangan yang ada sekarang. Hanya saja lagi-lagi lanjutnya, keputusan itu ada di Golkar Jawa Tengah dan DPP Golkar.

Namun melihat hasil survey yang dipesan Golkar dari charta politika. Hasil survey akhir Juli lalu menunjukan hasil tertinggi diperoleh pasangan Arief Rohman dan Tri Yuli Setyowati (Artys) dengan nilai 36 persen. Kedua, Abu Nafi secara personal 20 pesen, ketiga, Umi Khulsum 14 persen, Bambang Susilo 2,5 persen, Sri Enik 2,5 dan selebihnya calon lain. ‘’Tapi keputusan tetap ada di pusat,’’ tukasnya.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.