Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
Pemerintahan

New Normal Bukan Berarti Virus Corona Selesai

×

New Normal Bukan Berarti Virus Corona Selesai

Sebarkan artikel ini

BLORA, blora-ekspres.com – Meski sejak Senin (9 Juni 2020) kemarin tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru positif, bukan berarti kita bebas beraktifitas seperti dahulu. Bukan berarti wabah Corona selesai.

 

Hal ini dikemukakan Ketua DPRD Kabupaten Blora Dasum mengatakan melaporkan perkembangan persebaran virus Corona di Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Selasa (09/06/2020).

 

“Saat ini kita semua mulai memasuki masa new normal, namun jangan sampai salah mengartikan. New normal bukan berarti kita bebas beraktifitas seperti dahulu, bukan berarti wabah Corona selesai. New normal, melakukan kebiasaan baru agar kita semua bisa tetap beraktifitas tanpa memiliki resiko tertular Covid-19. Diantaranya dengan cara membiasakan pakai masker jika keluar, cuci tangan pakai sabun, jaga jarak aman, dan lainnya sesuai protokol kesehatan,” terang Dasum.

 

Lebih lanjut, Dasum yang juga Wakil Ketua GTPP Covid-19 menyampaikan, kasus positif masih sama 30 orang. Dengan rincian 3 meninggal, 5 sembuh, dan 22 masih dirawat.

 

Sedangkan reaktif rapid-test hingga hari ini ada 143, berkurang dari kemarin karena beberapa diantaranya sudah keluar swab nya dengan hasil negative. Semoga yang sembuh segera tambah agar bisa segera selesai.” harap Dasum.

 

Dasum  juga menambahkan, jumlah PDP masih ada empat yang diawasi, ODP ada 26 yang dipantau, dan OTG masih ada 154 yang dipantau oleh petugas kesehatan.

 

“Mari kita berdamai dengan Covid-19, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi. Terapkan perilaku hidup sehat. Jangan sampai akibat new normal menjadi awal malapekataka karena kita tidak memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ajak Dasum.

Senada dengan Dasum, Kalak BPBD Blora, Hadi Praseno menyatakan, langkah pencegahan harus terus dilakukan agar persebaran bisa terus ditekan dengan melaksanakan kebiasaan baru atau normal baru.

“Kita melakukan protokol kesehatan sebaiknya bukan karena diperintah siapapun, namun karena kesadaran dari diri kita masing-masing. Upaya edukasi untuk membangun kebiasaan baru ini harus terus dilakukan secara bertahap dan terus menerus,” ucap Hadi.

Kebiasan baru itu diantaranya menjaga jarak minimal satu meter dan menggunakan masker ketika keluar rumah. Karena menurutnya ketika di ruang publik, tidak bisa mengetahui siapa yang terkena virus.

“Di Blora sekitar 80 persen kasus positif adalah pada orang-orang tanpa gejala. Ia tidak menyadari bahwa dirinya membawa virus. Maka jaga jarak, pakai masker dan sering cuci tangan pakai sabun merupakan norma baru yang harus kita lakukan setiap hari. Semuanya akan berhaasil jika semuanya bisa disiplin,” terang Hadi Praseno.

 

Terakhir, Direktur RSUD Blora, dr. Nugroho Adiwarso  menyampaikan hingga kini di rumah sakitnya masih merawat 2 pasien di ruang isolasi. Sedangkan di Klinik Bakti Padma masih ada 17 pasien yang semuanya positif Covid-19.

“Mudah mudahan semuanya segera sembuh. Meskipun memasuki new normal, namun pemberlakuan protokol kesehatan tetap dilaksanakan. Jika tidak penting tidak perlu ke rumah sakit, kecuali berobat. Semua yang ke rumah sakit wajib bermasker,” ujar dr. Nugroho.

Lebih lanjut, dr. Nugroho mengatakan bahwa ada kabar baik, yakni salah satu dokter tenaga medis RSUD Blora yang masih menjalani isolasi mandiri karena Covid-19 saat ini swab nya sudah keluar negative.

“Swab negative yang pertama sudah keluar, kita tinggal nunggu swab berikutnya. Jika pemeriksaan swab berikutnya hasil negative lagi berarti bisa dipastikan sembuh. Kita doakan semoga hasilnya nanti negative,” pungkas dr. Nugroho.***(Red/Ely)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *