Wartawan Masuk dalam Sasaran Vaksin Tahap Kedua

BLORA, (blora-ekspres.com) – Bupati Blora, Djoko Nugroho memimpin rapat koordinasi persiapan vaksinasi tahap II yang diikuti oleh jajaran Forkopimda serta jajaran Kepala OPD, para Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, BUMD, serta PWI Blora di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (09/02/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Blora menyampaikan, trend persebaran Covid-19 di Kabupaten Blora mulai melandai.

“Alhamdulillah, persebaran Covid-19 di Kabupaten Blora mulai melandai tetapi untuk tingkat nasional saat ini sedang tinggi-tingginya. Oleh sebab itu saya peringatan kepada seluruhnya untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, manusia itu sifatnya dinamis,” tegas Kokok panggilan akrab Bupati Blora.

Lebih lanjut, Kokok memerintahkan kepada peserta rapat untuk segera mendata dan mengirimkan datanya ke Dinas Kesehatan.

“Ini sebetulnya gampang, tetapi rumit. Oleh sebab itu, saya minta semua pelayan publik menjadi target sasaran vaksinasi tahap kedua. Segera didata dan segera kirimkan ke Dinas Kesehatan biar segera ditindaklanjuti. Jangan sampai lebih dari tanggal 11 Februari 2021,” pinta Kokok.

Kokok juga menyampaikan, meski sudah divaksin, belum tentu kebal, sehingga tetap harus mentaati protokol kesehatan yang ketat.

“Setelah divaksinasi sebanyak 2 dosis, insya Allah imun tubuh akan lebih baik tingkat kekebalan 65% sisanya tetep harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” tukas Kokok.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Blora, Henny Indriyanti menyampaikan rapat hari ini bertujuan untuk mempersiapkan data sasaran vaksin tahap kedua.

“Sasaran vaksin tahap kedua yang akan dimulai pada tanggal 22 Februari 2021 adalah ASN, TNI, Polri, Tokoh Agama, Wartawan, Pedagang pasar dan pelayan publik,” kata Henny.

Lebih lanjut, Henny menyampaikan, format pengumpulan data harus segera dibuat dengan data yang lengkap.

“Data harus sesuai dengan format pendataan yang akan dibagikan dan tolong segera diisi lengkap dikirim via email Dinkes Blora paling lambat tanggal 11 Februari 2021,” pinta Henny.

Data ini terang Henny, nantinya direkap dan dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, karena jumlah vaksinnya terbatas dan rebutan.***Red

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *