Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Pariwisata

Wisata Edukasi di Griya Keramik Balong. Belajar dan Bermain

33
×

Wisata Edukasi di Griya Keramik Balong. Belajar dan Bermain

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Desa Balong Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, semulanya merupakan desa sentra batu bata ekspos. Melihat sumber daya alamnya yang mumpuni untuk dikembangkan, kini Desa Balong menjadi sentra kerajinan gerabah dan keramik.

Berbagai macam keramik sudah dihasilkan dari para perajin keramik di Desa Balong. Banyak ragamnya: vas bunga, patung atau boneka, asbak, kendi, ikan-ikanan, mangkuk, poci atau tempat menjarang teh, dan hiasan-hiasan dinding. Harga yang di patok pun sangat variarif. Mula dari lima ribu hingga ratusan ribu per unit. Harganya bergantung atas jenis, tingkat kerumitan pengerjaan dan besar kecilnya produk.

Example 300x600

Potensi yang ada di Desa Balong kini semakin istimewa setelah mendapatkan program pengembangan desa wisata berbasis kerajinan keramik yang yang difasilitasi Ademos atas prakarsa SKK Migas dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), saat ini dikembangkan wisata edukasi pembuatan gerabah dan keramik melalui Griya Keramik Balong.

Griya Keramik Balong menawarkan beberapa paket wisata selain paket edukasi pembuatan keramik juga ditawarkan paket edukasi pembuatan genteng dan batu bata ekspos

Sebagai wisata edukasi, Griya Keramik Balong membidik wisatawan sekolah. Di Griya Keramik Balong, anak-anak sekolah yang berkunjung diajak belajar bikin gerabah dan mewarnainya.

Susanto adalah ketua kelompok sadar wisata, kerap disingkat pokdarwis, di Desa Balong. Kesehariannya, Susanto kerja jadi perangkat desa. Jika ada kunjungan wisata edukasi di Griya Keramik Blora, Susanto kerap terlibat menjadi pemandu wisata. Jika kunjungan lebih dari sepuluh orang, jumlah pemandu wisatanya akan ditambah.

“Kami kerap kerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Blora untuk melakukan kunjungan wisata edukasi untuk murid-muridnya. Kerja sama ini dengan menggratiskan guru-guru yang mendampingi anak-anak,” kata Susanto, Sabtu, (09/12/2023).

Dengan biaya Rp. 15 ribu per anak, terang Susanto, wisata edukasi ini akan menyiapkan kebutuhan-kebutuhan sebelum hari kunjungan tiba. Kebutuhan ini semisal karakter gerabah yang telah mulai disiapkan 4 hari sebelumnya.

“Kita per anak paket biayanya Rp. 15 ribu. Kalau ada permintaan, misalkan kunjungan ke pusat pembuatan genteng dan naik odong-odong, akan kita kenakan tambahan biaya,” sebut Susanto.

Paket wisata edukasi ini cukup diminati sekolah-sekolah. Sebelum pandemi, dalam seminggu bisa 3-4 kali kunjungan. Kendati agak menurun kunjungan wisatanya setelah pandemi, Griya Keramik Blora tetap menjadi kunjungan rutin beberapa sekolah.

“Sudah ada sekolah yang setiap tahunnya melakukan kunjungan wisata edukasi di tempat kami. Gurunya masih tetap sama, namun dengan murid yang baru yang berbeda,” terang Susanto.

Selain membidik pasar wisata untuk anak-anak sekolah, jelas Susanto, Griya Keramik Balong juga kerap mendapat kunjungan wisata untuk keluarga.

“Namun biayanya agak berbeda, karena kalau keluarga kan tidak banyak pesertanya,” imbuh Susanto.

Susanto juga mengakui jika wisatawan yang datang ke Griya Keramik Balong tak hanya dari kabupaten blora, tapi juga dari luar kota. Seperti Rembang, Grobogan, Bojonegoro dan Tuban.***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!