Berita

Edy Wuryanto Dorong Anak Muda Blora Ambil Alih Kepemimpinan

×

Edy Wuryanto Dorong Anak Muda Blora Ambil Alih Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Kabupaten Blora terus diperkuat hingga tingkat paling bawah. Sebanyak 1.200 pengurus ranting dan anak ranting dari tiga kecamatan di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 mengikuti Musyawarah Ranting dan Anak Ranting di Lapangan Sepak Bola Desa Gondang, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Minggu (06/09/2029) malam.

Kegiatan tersebut melibatkan pengurus PDI Perjuangan dari Kecamatan Tunjungan, Banjarejo, dan Ngawen. Konsolidasi hingga tingkat dusun itu menjadi bagian dari penguatan struktur partai sekaligus persiapan menghadapi agenda politik mendatang.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengapresiasi konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Blora yang mampu berjalan hingga tingkat anak ranting.

Menurutnya, tidak semua daerah mampu membentuk struktur organisasi hingga tingkat tersebut. Karena itu, konsolidasi sampai tingkat akar rumput dinilai penting untuk memperkuat kerja organisasi dan kedekatan kader dengan masyarakat.

“Tidak semua bisa membentuk sampai anak ranting. Saya mengapresiasi Blora yang bisa berjalan lancar. Pelantikannya juga sangat megah, bahkan saya lihat paling megah se-Jawa Tengah,” ujar Edy.

Selain memperkuat struktur organisasi, Edy menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan di tubuh partai. Ia mendorong kader-kader muda Blora untuk mulai mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan.

Menurut Edy, generasi muda memiliki energi dan kemampuan untuk membawa perubahan apabila dibekali semangat kerja serta kecerdasan dalam mengambil keputusan.

“Blora ke depan harus mendorong anak-anak mudanya untuk mengambil alih kepemimpinan,” tegas Edy.

Edy menggambarkan, kader muda yang ideal sebagai sosok yang memiliki semangat, disiplin, dan etos kerja tinggi. Menurutnya, energi anak muda harus digunakan untuk bekerja dan menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Yang muda harus punya otot yang kuat. Bangun tidur sampai tidur kembali harus trengginas. Ototnya digunakan untuk bekerja. Jangan malas, karena kalau malas akan sulit Blora maju,” kata Edy.

Namun, Edy menegaskan kekuatan fisik saja tidak cukup. Kader muda juga harus memiliki kemampuan berpikir, kreativitas, dan inovasi untuk menghadapi berbagai persoalan di daerah.

“Main otaknya juga harus terisi. Mereka harus bekerja kreatif dan inovatif. Menyelesaikan persoalan di Blora membutuhkan kecerdasan untuk mengambil keputusan politik yang baik sehingga berguna bagi rakyat,” lanjut Edy.

Edy optimistis, apabila generasi muda memiliki semangat kerja sekaligus kemampuan berpikir yang kuat, regenerasi kepemimpinan di Blora akan berjalan lebih baik.

“Kalau anak-anak muda seperti ini, Blora ke depan akan semakin baik,” ujar Edy.

Edy juga tidak menampik bahwa konsolidasi organisasi tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kerja sebuah partai politik.

Edy menilai partai politik memang memiliki tujuan untuk memperoleh kekuasaan. Namun, kekuasaan tersebut harus diperjuangkan melalui mekanisme konstitusional serta tetap menjunjung etika dan moral.

“Musyawarah ranting dan anak ranting ini tidak menafikan persiapan Pemilu 2029. Konsolidasi partai politik pasti untuk kekuasaan. Bisnis partai politik memang kekuasaan, mengapa kita ragu-ragu? Tetapi kekuasaan itu harus dikemas secara konstitusional dengan etika dan moral yang baik,” jelas Edy.

Karena itu, masing-masing struktur partai perlu memperkuat konsolidasi dan menyiapkan kader di wilayahnya. Menurut Edy, jika seluruh kekuatan politik bergerak secara harmonis dan seimbang, kondisi politik di daerah juga akan tetap kondusif.

“Kita masing-masing mengonsolidasikan pasukan. Kalau semuanya berjalan harmonis dan seimbang, maka akan kondusif. Ini bagian dari regenerasi partai yang baik, dengan standar moral dan etika yang baik, melalui cara yang baik dan terhormat,” kata Edy.

Edy berharap, seluruh kader yang berada di tingkat ranting hingga anak ranting tidak hanya aktif dalam urusan organisasi dan politik. Mereka juga harus mampu hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Edy menegaskan, kedekatan dengan rakyat dan kualitas pelayanan akan menjadi salah satu ukuran utama apakah seorang kader layak mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Mudah-mudahan mereka bisa melayani semua masyarakat. Siapa yang melayani dengan baik pasti akan dipilih, dan siapa yang tidak melayani dengan baik tidak akan dipilih,” pungkas Edy.***