BLORA, (blora-ekspres.com) – Operasional bus sekolah gratis di Kabupaten Blora masih menunggu penyelesaian administrasi kendaraan. Di tengah proses tersebut, Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora mulai menyeleksi calon pengemudi. Hingga kini, lima orang telah mendaftar.
Kepala Dinrumkimhub Blora, Pujiariyanto, mengatakan para pendaftar berasal dari beragam latar belakang, mulai dari sopir truk, angkutan kota (angkot), hingga bus. Namun, calon pengemudi harus memenuhi persyaratan administrasi sebelum dinyatakan lolos seleksi.
“Pendaftar sudah ada lima. Yang terpenting, persyaratan terpenuhi dan lolos administrasi,” ujar Pujiariyanto, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, calon pengemudi diwajibkan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B1 dan berusia maksimal 45 tahun. Pengemudi yang terpilih nantinya akan bekerja dengan sistem kontrak.
Dari sisi penghasilan, Pemkab Blora menyiapkan gaji minimal sesuai upah minimum regional (UMR) yang berlaku di Blora. Selain itu, tersedia skema pembayaran Rp100 ribu untuk setiap perjalanan.
“Panitia seleksinya dari Satlantas Polres Blora,” imbuhnya.
Sementara itu, proses administrasi kendaraan masih berlangsung melalui kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat). Penyelesaian dokumen tersebut menjadi salah satu tahapan yang harus dituntaskan sebelum bus dapat beroperasi melayani pelajar.
“Saat ini masih diurus di Samsat,” kata Pujiariyanto.
Pemkab Blora sebelumnya telah menyetujui anggaran operasional sebesar Rp48 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dan gaji pengemudi.
Bus sekolah gratis ini dirancang untuk melayani rute Kunduran–Blora dengan jadwal dua kali sehari. Pada pagi hari, bus akan mengantar siswa menuju sekolah, sedangkan pada jam pulang sekolah layanan disiapkan untuk menjemput dan mengantar siswa kembali.
Satu unit bus memiliki kapasitas sekitar 25 penumpang. Para siswa dapat menggunakan layanan tersebut tanpa dipungut biaya. Program ini diharapkan membantu meringankan beban transportasi keluarga sekaligus memudahkan akses pelajar menuju sekolah.
“Pemkab Blora telah menyiapkan anggaran operasional Rp48 juta untuk mendukung layanan bus sekolah gratis, terutama untuk kebutuhan BBM dan gaji pengemudi. Bus ini dirancang melayani rute Kunduran–Blora dua kali sehari, yakni mengantar siswa pada pagi hari dan melayani perjalanan pulang sekolah. Dengan kapasitas sekitar 25 penumpang, layanan ini dapat dimanfaatkan siswa tanpa dipungut biaya, sehingga diharapkan membantu meringankan beban transportasi orang tua,” terang Pujiariyanto.
Pemkab Blora sebelumnya menargetkan peluncuran bus sekolah gratis pada akhir bulan ini, dengan operasional penuh dijadwalkan berlangsung pada November hingga Desember. Namun, kepastian waktu pelaksanaan masih bergantung pada penyelesaian administrasi kendaraan dan kesiapan pengemudi.
Dengan demikian, dua hal utama yang perlu dituntaskan sebelum layanan berjalan adalah kelengkapan dokumen kendaraan dan penetapan pengemudi. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, bus sekolah gratis diharapkan segera dapat dimanfaatkan para pelajar di jalur Kunduran–Blora.
Kami menargetkan layanan ini segera berjalan. Namun, sebelum dioperasikan, administrasi kendaraan harus diselesaikan dan pengemudi harus dipastikan memenuhi persyaratan. Setelah seluruh tahapan tersebut tuntas, bus sekolah gratis diharapkan bisa segera melayani pelajar di jalur Kunduran–Blora,” ujar Pujiariyanto. ***(Ely/Dinkominfo)











