Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
Politik

Agus Sugianto, Berpotensi Jadi Kuda Hitam Dalam Pilkada Blora

×

Agus Sugianto, Berpotensi Jadi Kuda Hitam Dalam Pilkada Blora

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Seorang pengusaha sukses di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Agus Sugianto memutuskan maju dalam pemilu kepala daerah Kabupaten Blora karena ingin mengabdikan diri di kampung halamannya tercinta.

“Saya peduli dengan Blora, makanya saya mendaftar menjadi calon bupati atau calon wakil bupati. Kalau masyarakat memberi kepercayaan, saya akan bekerja keras membangun Kabupaten Blora ini lebih maju lagi sehingga masyarakat makin sejahtera,” kata Agus Sugianto saat dihubungi media ini melalui sambungan Whatsapp, Sabtu (12/04/2020) malam.

Agus Sugianto merupakan putra daerah asli kelahiran dari Dukuh Sambong, Desa Kawengan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora namun merantau hingga meraih sukses di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Meski sudah lama merantau di luar pulau, namun alumni SMA Negeri 2 Blora itu tetap sering pulang ke Blora karena orangtua dan saudara tetap tinggal di Blora.

Saat ini, Agus telah menduduki jabat penting di beberapa perusahaan di Banjarmasin yang ia bangun. Diantaranya, PT. Magfood Amazy Resto (Business Owner), PT. Intiland/King Auto interior (Business Owner), PT. Kalimantan Energy Perkasa (Komisaris), PT. Sarana Pustaka Media (Direktur Utama) dan BOS, Retail dan Umum.

Selain di Banjarmasin, Agus juga menjabat sebagai Komisaris pada PT. Total Energi Persada. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor dan pertambangan (Perdagangan Umum) di Jateng, Blora-Rembang sejak 2019.

Alumnus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini sudah memantapkan diri untuk mencalonkan diri menjadi calon bupati. Sebelum mendaftar di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dia juga pernah mendaftar pada penjaringan calon kepala daerah di Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) yang lebih dulu melakukan penjaringan.

Sebagai pengusaha muda, putra pasangan Radji dan Tining Rahayu (almarhumah) dikenal dengan sosok pekerja keras. Semasa kuliah, Agus sambil bekerja untuk membiayai kuliah dan memenuhi kebutuhan hidupnya selama di Surabaya.

Berbekal pengalaman memimpin perusahaan dan berorganisasi, suami Rezky Amelia ikut ambil bagian dalam proses pendaftaran calon bupati dan wakil calon bupati Blora. Pengusaha muda sukses ini, sudah mengambil formulir pada posisi calon wakil bupati pada Pemilihan Bupati Blora tahun 2020 di PPP.

Ayah dua putra dari Dimas Musthafa Sugianto Putra dan Bima Ataya Rizqullah Sugianto Putra ini, bukan tanpa alasan untuk maju sebagai calon wakil bupati dari PPP. Selain sudah berbuat untuk Blora, ia mengaku siap lahir batin berkorban demi Blora.

Teka-teki adanya calon tunggal dalam pilbup sedikit terbantahkan. Faktanya tokoh kelahiran Blora 7 Oktober 1978 ini siap bertarung dengan calon siapapun termasuk dengan pasangan Arief Rohman – Tri Yuli Setyowati (ARTYS) yang sudah ditetapkan jadi Calon Bupati atau Wakil Bupati Blora 2020-2025 dari partai koalisi PDIP dan PKB.

“Saya serius, ini sudah siap lahir batin,” ujar Agus.

Namun, pihaknya tetap akan patuh dan menyerahkan semua keputusan partak. “Siapapun yang akan diberangkatkan tentunya tetap menghormati. Itu kewenangan partai,” ujar Agus.

Pada proses penjaringan calon bupati maupun calon wakil bupati, pria bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku terus melakukan komunikasi politik dengan banyak pihak. Menurut dia, politik bukanlah sebuah hitungan matematik. Namun, keikutsertaan Agus berpotensi menjadi kuda hitam dalam Pilkada Blora mendatang.

“Semua orang mempunyai peluang dan kedudukan yang sama. Saya optimis bisa maju pada Pemilihan Bupati Blora pada Pilkada mendatang. Doakan saja, semoga mendampingi orang yang memang dibutuhkan masyarakat Blora, ” ungkapnya. Agus.

“Sepanjang itu tidak menyalahi aturan. Soal itu (modal, red), no problem (tidak masalah, red),” tandasnya.

Catatan blora-ekspres.com, ada tiga partai politik di Kabupaten Blora membuka pendaftaran calon bupati dan calon wakil bupati pada Pemilihan Bupati Blora 2020. Pertama kali, DPC PDI Perjuangan Blora sudah melakukan penjaringan calon bupati dan calon wakil bupati bahkan sudah menelorkan pasangan cabup dan cawabup. Disusul DPC PPP Blora dan DPC Hanura Blora.

Merujuk pada hasil Pemilu 2019, sepuluh Partai Politik (Parpol) yang mendapatkan kursi di legislatif, yakni PDI Perjuangan sebanyak 9 kursi, PKB perolehan 8 kursi, kemudian NasDem dengan 7 kursi. Disusul Partai Golkar dan PPP masing-masing mendapat 5 kursi. Lalu Partai Demokrat dengan 3 kursi, PKS 3 kursi, Gerindra 2 kursi, Hanura 2 kursi, dan Perindo 1 kursi.***(Red/Ely)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *