Dasum Bakal Pimpin DPRD Blora

BLORA, BE – Rapat internal pembahasan sekaligus penetapan usulan unsur Pimpinan Dewan definitif dilaksanakan digelar tertutup di Ruang Rapat Paripurna DPRD Blora yang dihadiri oleh seluruh anggota Dewan yang terpilih pada Pemilu 2019 diselenggarakan bulan April yang lalu. 

Selain pembahasan pimpinan definitif DPRD Blora, rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD sementara Dasum dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang didampingi oleh Mustopa, selaku Wakil Ketua Sementara dari PKB itu, juga ditetapkan fraksi – fraksi yang telah terbentuk. Ada 7 (tujuh) fraksi, yang terdiri dari Fraksi PDIP (9), Fraksi PKB (8), Fraksi Nasdem (7), Fraksi PPP (5), Fraksi Golkar – Perindo (6), Fraksi Demokrat – Hanura (5) terakhir Fraksi PKS – Gerindra (5). 

Sebelumnya, PDIP telah mengusulkan 3 nama kandidat. Yaitu, Subroto, Lina Hartini dan HM. Dasum, yang juga sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Blora. Berdasarkan Surat Keputusan dari DPP PDIP, Dasum, mendapatkan mandat tugas menjabat Ketua DPRD Blora untuk masa bakti 2019 – 2024.

“Unsur Pimpinan Dewan dan Fraksi telah disepakati, kemudian akan diusulkan ke Gubernur Jawa Tengah, melalui Bupati Blora, tinggal menunggu hasilnya, sekitar 3 hari, setelah ditetapkan segera membentuk alat kelengkapan Dewan,” ungkap Mbah Dasum, panggilan akrab politisi dari Desa Galuk itu.

Saat sidang, pimpinan rapat yang juga pimpinan dewan meminta usul dan saran dari anggota rapat, Warsit, selaku anggota dewan yang sarat pengalaman itu langsung angkat bicara terkait kinerja Sekretariat Dewan dan seluruh staffnya agar bisa bekerja dengan professional dan mengikuti aturan Ketata Negaraan yang ada.

Dimintai usul dan saran oleh pimpinan dewan, Warsit, langsung angkat bicara terkait kinerja Sekretariat Dewan dan seluruh staffnya, agar bisa bekerja dengan professional dan mengikuti aturan Ketata Negaraan yang ada.

“Saya meminta jajaran Sekretariat Dewan untuk mengevaluasi kinerjanya, dalam melayani anggota Dewan dengan baik, dan mengikuti aturan Ketata Negaraan, contoh undangan rapat disampaikan melalui pesan whattapps, ini tidak benar, harus ada yang menyampaikan secara fisik suratnya, kemudian masalah pakaian, harus diberitahukan dan dibahas dengan DPR, bahannya kain apa, harganya berapa, penjahitnya bagus atau tidak, kami mohon agar transparan terkait keuangan di Sekretariat Dewan, dan kami minta kerjasama yang baik, kompak dan bersatu, untuk membangun Blora lebih baik, karena kita adalah Wakil Rakyat,” tandasnya.***(Ely01/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *