Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
Politik

Hasil Survey Pilkada Blora, Elektabilitas Paslon Artys Tertinggi

×

Hasil Survey Pilkada Blora, Elektabilitas Paslon Artys Tertinggi

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Elektabilitas pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Blora, Arif Rohman – Tri Yuli Setyowati (Artys) tertinggi berdasarkan hasil survei yang dikeluarkan Pandawa Research.

 

Paslon nomor urut 2 yang diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, PKS, Perindo dan PAN (non kursi DPRD). itu mengungguli jauh lawan paslon nomor urut 1, Umi Kulsum-Agus Sugiyanto (Umat) dan Dwi Astutiningsih-Riza Yudha (Asri).

 

Artys meraih elektabilitas 47,8 persen, sementara di urutan kedua paslon nomor urut 3 Umat mendapat 23,7 persen dan Asri nomor urut 1 berada di posisi buncit dengan perolehan 1,8  persen. Sementara terdapat 26,8 persen masih belum menentukan pilihan pasangan Calon Bupati dan Wakil.

 

Hal itu disampaikan tim Media Center ARTYS, Veri Sutanto saat menggelar konferensi Per, di Media Center Tim Pemenangan l Artys, Rabu (04/11/2020).

 

Menurut Very, survei tersebut dilakukan pada bulan Oktober 2020. Survei melibatkan 440 responden dengan margin of error sebesar +/- 4%. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tatap muka di 16 Kecamatan secara acak.

 

Sementara itu, Calon Bupati Arief Rohman, dalam acara yang sama, kepada media juga menyampaikan rasa optimismenya, bisa memenangkan Pilkada Blora, 9 Desember 2020 yang akan datang.

 

“Dengan melihat hasil survey ini, kami optimistis. Dan ini akan akan memotivasi kamu untuk terus meningkat hingga lebih dari 50 persen,” ungkap Arief.

 

Apalagi dengan waktu yang hanya tinggal 38 hari lagi. Masyarakat memiliki harapan yang besar terhadap Pilkada ini. Mereka ingin adanya perubahan dengan pemimpin baru membuat masyarakat menjadi sejahtera melalui perbaikan infrastruktur, air bersih dan lapangan pekerjaan.

 

Saat dikonfirmasi terkait isu politik uang, Tokoh Muda NU ini menjelaskan, bahwa tidak bisa menampik adanya keinginan dari perilaku pemilih untuk mendapatkan uang untuk menentukan pilihannya.

 

“Terkait politik uang, juga menjadi variabel survey ini. Ada sekitar 21%, yang menginginkan mendapatkan imbalan uang untuk memilih calon,” bener Arief.

 

Namun, lanjut Arief,  juga ada 52%, yang mau terima uangnya, tapi tetap memilih Artys.

 

Arief juga menambahkan, juga akan menurunkan tim survey dari Lembaga Survey lain, termasuk dari LSI yang nanti juga akan terus buka setiap seminggu sekali, hingga tanggal 2 Desember 2020 nanti.***(Red)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *