Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Pariwisata

Khawatir Obat Bius, Alasan Anggota DPRD Blora Tolak Pemeriksaan Kesehatan

143
×

Khawatir Obat Bius, Alasan Anggota DPRD Blora Tolak Pemeriksaan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

BLORA. (blora-ekspres.com) – Pasca anggota DPRD Blora marah-marah saat hendak diobservasi kesehatan pencegahan penularan korona di Terminal Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (19/03/2020) malam lalu, anggota DPRD dari Partai Hanura, Warsit mengaku takut disemprot obat bius.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan sepulang kunjungan kerja (kunker) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Example 300x600

Saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (20/03/2020) kemarin, Warsit mengaku tindakannya itu merupakan ekspresi keterkejutan. Keherannnya dimulai saat bus masuk Terminal Padangan. Setelah turun, dia terkejut karena banyak petugas.

“Waktu itu kan saya pulang dari Lombok, terus dibelokan di terminal padangan, saya melihat ada banyak orang, ada Satpol PP, pasukan huru hara, ada Camat, LSM, Wartawan banyak, ada petugas, ya saya tanya ada surat tugas gak, katanya gak ada. Kan takutnya yang disemprotkan bukan obat anti Covid, tapi obat bius, lha nanti bisa ketiduran semua terus barang barang dibawa semua gimana,” ucap Warsit dengan nada jauh lebih rendah daripada kejadian yang videonya viral itu.

Soal menanyakan surat tugas, ia hanya khawatir mereka bukan petugas dinkes asli meski sudah memperkenalkan diri dan menggunakan tanda pengenal.

”Iya kalau petugas, kalau tidak, dan disemprot obat bius. Kita tidur semua, terus terbius dan barang kita dibawa semua bagaimana,” ujarnya.

Warsit menegaskan, sebenarnya pihaknya siap diperiksa, asalkan benar-benar dilakukan petugas. Ia juga menjelaskan, kalau pemeriksaanya dirumah sakit, ia pun bersedia bahkan ketika diperiksa di bus semua sudah diperiksa suhu badanya. Dan ia mengaku tidak tau kalau pemeriksaan di Padangan itu permintaan Pimpinan Dewan.

Namun demikian orang yang pernah dua kali duduk menjadi ketua DPRD di kota sate ini, ketika ditanya soal petugas kesehatan dari Dinkes Edi Sucipto yang tidak masuk kerja, karena kaget saat dimarahi malam itu, ia siap menjenguknya.

“Saya siap menjenguknya, kita beri motifasi, dan saya siap diajak keliling, tapi harus ada sosialisasi terlebih dulu,” paparnya.

Terpisah, di hari yang sama sejumlah anggota DPRD Blora mendatangi Dinkes menyatakan siap untuk diperiksa kesehatanya.

“Saya tidak ingin dianggap membawa virus, itu salah, terus terang saya tidak ikut rombongan bus. Saya naik kereta tapi saya sudah menghubungi Dinkes untuk siap diperiksa,” jelas Achlif dari fraksi PPP.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Supri Edi, Politisi dari Partai Demokrat, dirinya mengaju sudah diperiksa suhu badanya waktu didalam bus, namun kedatanganya ke Dinkes ini dirinya siap diperiksa kembali.

“Jadi kemarin itu anggota dewan tidak ada yang menolak untuk diperiksa, semuanya sudah diperiksa, saya sendiri sudah diperiksa waktu didalam bus,”pungkasnya.***(Red/Tim)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!