Prihatin Jalan Berlubang di Blora, Warga Inisiatif Tutup dengan Material Seadanya

BLORA, (blora-ekspres.com) – Jalan berlubang yang semakin parah membuat prihatin warga Blora. Seperti jalan berlubang di ruas jalan Trembulrejo-Randualas, tepatnya di Dukuh Temuwoh, Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora membuat warga berinisiatif menutup lubang dengan material seadanya.

Kerusakan jalan yang di ruas jalan tersebut, kondisi berlubang dengan luas dan kedalaman bervariasi. Setiap pascahujan mengguyur selalu menyisakan genangan air di dalam jalan berlubang tersebut, sehingga banyak warga yang berkendara terlihat menghindari lubang jalan.

Warga Dukuh Temuwoh, Desa Talokwohmojo, Suparjo (58), mengatakan, upaya yang dilakukan untuk memperbaiki jalan rusak tersebut, yakni dengan cara menutup lubang jalan dengan material seadanya dan kelupasan lapisan aspal yang di pinggir jalan.

“Kasihan juga sama warga yang lewat, bikin kendaraan cepat rusak karena sudah lama lubangnya dan semakin besar menganga serta membahayakan pemakai jalan, sering pemakai jalan mengalami kecelakaan lalu lintas,” ujat Suparjo kepada media ini saat menutup lubang jalan, Jum’at (10/04/2020).

Lebih lanjut, Suparjo mengungkapkan, kerusakan jalan ini mendapatkan perhatian dari pihak terkait. Khusus Dinas PU untuk menambal jalan berlubang. Apalagi sering kali turun hujan dan Ramadhan serta masuk lebaran tinggal hitungan hari.

“Dinas terkait di lingkungan Pemkab Blora harus tanggap atas rusaknya infrastruktur jalan di jalur ini,” imbuhnya.

Suparjo berharap agar para petugas juru jalan Dinas PU harus aktif menambal sementara jalan berlubang demi menghindari kecelakaan.

“Kasihan para pengguna jalan, apalagi saat lebaran biasanya ramai di jalan raya,” ungkapnya.

Adanya kegiatan tersebut, Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Samgautama Karnajaya saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan whatsapp mengapresiasi warga yang telah melakukan penutupan lubang jalan.

“Kami mengapresiasi kegiatan masyarakat yang peduli setidaknya dari sini pemda bisa membuka mata adanya peran serta masyarakat. Dan kami berterimakasih kepada masyarakat yang telah secara suka rela memperbaiki dengan menutup lubang jalan tersebut,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD kabupaten Blora, Siswanto saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi kerusakan jalan tersebut, sebagian besar mengalami pengelupasan aspal, aspal bergelombang, bergeser hingga berlubang.

“Kami sudah mengawal dan mengusulkan pembangunan ruas jalan Trembul-Plumbon sejak tahun 2019, tapi belum mendapatkan pendanaan. Untuk 2020 akan kami usulkan lagi dan berkat perjuangan Bupati Blora, akhirnya mendapat 3 Milyar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) alias dana dari pusat,” ujar Siswanto melalui sambungan telepon.

Namun, lanjut Siswanto, dengan ada surat dari Menteri Keuangan. Sri Mulyani. Bahwa semua dana DAK diminta dihentikan lelangnya.

“Bukan hanya untuk bidang infrastruktur, lelang untuk semua bidang dihentikan. Anggaran DAK itu digunakan pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19,” terang politikus Partai Golkar tersebut.

Perlu diketahui, anggaran DAK di DPU sebwsar 27,4 milyar untuk 5 ruas jalan dan semua dibatalkan. 5 ruas jalan yang rencana pembangunan menggunakan anggaran DAK tersebut diantaranranya untuk peningkatan ruas jalan Kunduran-Doplang, ruas jalan Kamolan-Banjarejo ruas jalan Trembul-Plumbon, ruas jalan Ngraho-Ketuwan dan ruas jalan Pilang-Menden.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.