Tak Kunjung Diperbaiki, Anggota DPRD Blora dan Warga Desa Trembulrejo Gotong Royong Urug Jalan

BLORA, (blora-ekspres.com) – Lama menanti perbaikan jalan yang tak kunjung datang, akhirnya warga Desa Trembulrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora berinisiatif mengurug ruas jalan Trembulrejo-Randualas yang rusak parah dengan cara gotong royong.

Melihat kondisi jalan tersebut warga Desa Trembulrejo yang dimotori Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto (Golkar) dan anggota Komisi C DPRD kabupaten Blora, M Mukhlisin (fraksi PKB) serta Kepala Desa (Kades) Trembulrejo, Muhammad Imroni bersama warganya mencari solusi untuk memperbaiki jalan dengan material urug (grosok).

“Ini bentuk kepedulian kami bersama masyarakat yang sangat mendambakan perbaikan jalan. Tentu kerja bakti ini mencerminkan partisipasi masyarakat, karena ini murni hasil swadaya masyarakat. Gotong royong ini sifatnya hanya menambal badan jalan yang rusak dan berlubang,” kata Siswanto Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto asal daerah pemilihan (dapil) 5 Blora kepada media ini di sela-sela kegiatan, Senin (13/04/2020).

Kegiatan bersifat swadaya masyarakat itu sifatnya dadakan untuk memperbaiki badan jalan yang berlubang.

Menurut Siswanto, sebetulnya Pemerintah Kabupaten Blora sudah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat untuk peningkatan 5 ruas jalan. Termasuk ruas jalan Trembulrejo-Plumbon ini.

Namun, dengan ada surat dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani semua dana DAK diminta dihentikan lelangnya. Karena anggaran DAK itu digunakan pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19.

“Kami harap musibah Covid-19 segera berakhir. Sehingga ke depan perbaikan jalan kabupaten maupun jalan poros desa segera terealisasi. Sebab, sektor infrastruktur sangat menopang laju pertumbuhan perekonomian masyarakat,” ujar Siswanto.

Selain itu, program pembangunan jalan juga akan menopang pembangunan lainnya. Sebab, jika kondisi jalan bagus dengan sendirinya akan membantu kemudahan masyarakat dalam berusaha.

“Jika jalan bagus petani akan merasa mudah mengangkut hasil bumi. Tetapi sebaliknya kalau jalan rusak maka ongkos angkut hasil bumi menjadi mahal,” katanya.

Selain Siswanto, meskipun terlambat anggota Komisi C DPRD kabupaten Blora, M Mukhlisin juga hadir dalam kegiatan gotong royong tersebut.

“Pengurugan jalan ini dilakukan atas permintaan warga untuk kelancaran para pengguna jalan, karena kondisi jalan ini rusak dan banyak terdapat lubang-lubang di tengah jalan,” terang Mukhlisin.

Permintaan pengurugan jalan ini, lanjut Mukhlisin, setelah warga mendengar penarikan semua dana DAK diminta dihentikan lelangnya dan digunakan pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19.

“Jalan ini memang memang sudah lama tidak tersentuh oleh pembangunan daerah kondisi badan jalan yang rusak dan berlubang dan mulai amblas. Mudah-mudahan jalan ini bisa segera dibangun,” tuturnya.

Sementara itu, Kedes Trembulrejo Muhammad Imroni yang turun langsung bersama warga untuk menimbun jalan berlubang tersebut mengatakan, tanah urug tersebut merupan inisiatif kami melihat kondisi jalan yang rusak parah.

“Kerusakan jalan cukup mengganggu para pengendara yang melintas, sering terjadi insiden kerusakan kendaraan berada tepat pada lubang cukup besar dan dalam,” terang Imroni.

Inisiatif warga untuk Pengurugan jalan itu berawal dari keprihatinan mereka melihat kondisi jalan yang terjal, dan sulit dilalui. Terlebih pada musim penghujan jalan yang sehari-hari mereka lewati itu lecak oleh tanah lumpur dan tergenang air. Jika ada kerusakan kendaraan, lanjut Kades, nanti warga juga yang kerepotan.

“Kegiatan gotong royong warga urug jalan ini murni inisiatif warga. Material urug dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto (Golkar) dan anggota Komisi C DPRD kabupaten Blora, M Mukhlisin (fraksi PKB) asal daerah pemilihan (dapil) 5 Blora serta beberapa donatur. Diantaranya, Suparno (Nowi), Diharto (Kepala Desa Kemiri, Kunduran) dan lainnya.

Imroni mengapresiasi kegiatan warga yang melakukan gotong royong mengurug jalan rusak.

“Berarti ada perhatian dari warga terkait jalan yang sudah rusak. Ini jalan kelas Kabupaten yang trakhir kali diperbaiki pada tahun 2017 lalu,” pungkasnya.***(Red/Ely)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.