BLORA, (blora-ekspres.com) – Sebanyak 31 pelajar SMA/SMK sederajat resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Blora Tahun 2026. Menariknya, satu di antara mereka merupakan siswa Sekolah Rakyat (SRMA) 18 Blora.
Pengukuhan dipimpin langsung Bupati Blora, Arief Rohman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Sabtu malam (15/08/2026).
Pengukuhan diawali dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar pengukuhan dan penyematan tanda anggota Paskibraka kepada dua perwakilan anggota.
Mas Arief berharap seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab saat Upacara Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI pada Senin (17/8/2026).
Mas Arief menegaskan, 31 anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan pelajar terbaik yang telah melalui proses seleksi dan menjalani pemusatan latihan secara intensif.
“Kalian merupakan pelajar-pelajar terbaik. Kami percaya kalian semuanya telah terpilih, terseleksi dan terlatih secara terpusat dan sungguh-sungguh,” ujar Mas Arief.
Selama dua pekan menjalani pemusatan latihan, para anggota Paskibraka mendapatkan berbagai materi dari para pelatih. Karena itu, Arief meminta seluruh anggota tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan.
“Berikan kemampuan terbaik kalian pada saat bertugas tanggal 17 Agustus nanti. Semoga semuanya diberikan kesehatan sehingga besok berjalan lancar,” pesan Mas Arief.
Dari 31 anggota Paskibraka Kabupaten Blora 2026 yang dikukuhkan, satu di antaranya merupakan siswa Sekolah Rakyat. Dia adalah Irkham Maulana, siswa kelas XI SRMA 18 Blora.
Irkham berhasil lolos seleksi dan dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pada peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI. Saat pengukuhan, ia didampingi sang ibu, Siti Kalimah, dan Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum.
Lebih lanjut, Mas Arief mengatakan, keberhasilan Irkham menunjukkan bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki kesempatan dan kemampuan yang setara dengan pelajar dari sekolah lainnya.
“Selama diberikan kesempatan dan memang mempunyai kemampuan yang baik, semua anak-anak Blora bisa mengikuti seleksi Paskibraka,” kata Mas Arief.
Menurut Mas Arief, terpilihnya Irkham menjadi bukti bahwa latar belakang sekolah bukan penghalang untuk berprestasi dan mengambil bagian dalam momentum nasional.
“Ananda Irkham Maulana dari Sekolah Rakyat SRMA 18 Blora ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar Sekolah Rakyat juga punya potensi yang tidak kalah dari pelajar sekolah negeri pada umumnya,” tegas Mas Arief.
Mas Arief berharap keberhasilan Irkham dapat menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk berani mengikuti berbagai kesempatan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kisah Irkham menjadi anggota Paskibraka turut menghadirkan kebanggaan bagi keluarganya. Siti Kalimah, ibunda Irkham mengaku, tak pernah membayangkan putranya bisa berdiri sebagai anggota Paskibraka dan dikukuhkan langsung oleh Bupati Blora.
“Saya senang, bangga, dan haru. Tidak pernah sekalipun saya membayangkan anak saya jadi seperti ini,” ungkap Siti.
Ia mengatakan, keluarganya bukan berasal dari kalangan berada. Namun, tekad kuat yang dimiliki Irkham menjadi modal penting hingga akhirnya berhasil lolos seleksi Paskibraka.
“Kami bukan dari keluarga yang kaya, namun tekad anak saya ini yang besar sehingga dia bisa masuk menjadi Paskibraka,” tuturnya.
Siti juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Blora dan jajaran yang telah memberikan pembinaan kepada putranya. Ia turut berterima kasih atas hadirnya program Sekolah Rakyat di Blora.
“Terima kasih Pak Bupati dan jajaran yang telah mendidik anak saya. Terima kasih Pak Presiden sudah membuka Sekolah Rakyat di Blora,” ucapnya.
Usai prosesi pengukuhan, Siti bersama Irkham berkesempatan mengabadikan momen bersama Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran Forkopimda. Momen serupa juga dilakukan anggota Paskibraka lainnya bersama keluarga masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blora, Sujianto, mengungkapkan dari 31 anggota Paskibraka yang dikukuhkan, empat pelajar telah ditunjuk untuk mengemban tugas utama dalam prosesi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih.
Keempatnya terdiri atas petugas pembawa baki pada pagi dan sore hari, pengerek bendera, serta pembentang bendera.
“Dari 31 yang dikukuhkan, ada empat yang ditugasi menjadi pembawa baki pagi, pembawa baki sore, pengerek dan pembentang bendera,” kata Sujianto.
Untuk pembawa baki pada upacara pagi, tugas dipercayakan kepada Nadifa Alya Putri dari SMK Negeri 1 Cepu. Sementara pembawa baki pada upacara sore dipercayakan kepada Sasha Vigtya Utami dari SMA Negeri 1 Randublatung.
“Pembawa baki pagi akan dipercayakan kepada Nadifa Alya Putri, asal SMK Negeri 1 Cepu. Kemudian pembawa baki sore akan dipercayakan kepada Sasha Vigtya Utami asal SMA Negeri 1 Randublatung,” jelasnya.
Adapun tugas pengerek bendera diberikan kepada Muhammad Umairul Ahbab dari SMA Negeri 1 Randublatung. Sedangkan posisi pembentang Bendera Merah Putih dipercayakan kepada Muhammad Noza Zahir Mu’minin dari SMA Negeri 1 Jepon.***











