BLORA, (blora-ekspres.com) – Nilai-nilai Pancasila kembali diteguhkan di Kabupaten Blora. Generasi muda didorong tidak sekadar mengenal Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Blora yang digelar di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Blora, Kamis (1/10/2026).
Upacara dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos. Kegiatan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, pegiat budaya, mahasiswa, serta pelajar.
Rangkaian upacara berlangsung khidmat. Selain penghormatan kepada para pahlawan, peserta mengikuti pembacaan ikrar Hari Kesaktian Pancasila sebagai peneguhan komitmen untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Keterlibatan pelajar dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran generasi muda dinilai menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman bahwa Pancasila bukan sekadar materi pembelajaran, melainkan nilai yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Usai memimpin upacara, Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto mengatakan dirinya mendapat amanah dari Bupati Blora untuk memimpin upacara yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan Upacara Hari Kesaktian Pancasila. Saya didhawuhi oleh Bapak Bupati untuk memimpin komponen masyarakat, TNI-Polri, pemerintah daerah untuk melaksanakan upacara,” ujar Yudhi.
Menurut Yudhi, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kecintaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara. Ia menilai perjalanan sejarah bangsa menunjukkan bahwa Pancasila menghadapi berbagai tantangan, tetapi tetap menjadi landasan kehidupan bernegara.
“Ini adalah wujud dari kecintaan kita kepada Pancasila. Yang dulunya, sejarahnya memang akan diturunkan, akan tetapi sampai hari ini Pancasila tetap menjadi dasar negara,” katanya.
Karena itu, lanjut dia, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus mampu membentuk sikap dan karakter masyarakat, terutama generasi muda.
“Kita berharap maknanya dapat mengukuhkan hati kita menjadi negara dan hati yang Pancasila,” ujarnya.
Yudhi menegaskan, pelibatan mahasiswa dan pelajar dalam peringatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai kebangsaan sejak dini. Ia berharap generasi muda tetap memiliki semangat Pancasila dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di masa mendatang.
“Semoga para pemuda sekarang dan selanjutnya di hatinya tetap Pancasila, sehingga dapat mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045,” kata dia.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Blora pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Pesan yang dibawa bukan hanya menjaga Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga menerjemahkan nilai persatuan, gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap bangsa dalam kehidupan nyata.
Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, terutama generasi muda, semangat Pancasila diharapkan tidak berhenti di halaman upacara. Nilai tersebut diharapkan terus hidup dalam sikap dan tindakan sehari-hari sebagai bagian dari upaya bersama menuju Indonesia Emas 2045.











