BLORA, (blora-ekspres.com) – Gerakan sedekah koin umplung yang digalang dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora berhasil menghimpun dana hingga Rp1 miliar. Uang recehan yang dikumpulkan secara rutin tersebut telah disalurkan untuk membantu sekitar 3.000 anak yatim piatu di Blora.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak harus dimulai dari nominal besar. Melalui infak dan sedekah yang dikumpulkan secara konsisten, para ASN mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan Gerakan Subuh Sejahtera (Gastra) yang dirangkai dengan salat Subuh berjamaah dan santunan anak yatim piatu bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora. Kegiatan berlangsung di Pendapa Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (01/11/2026) dini hari.
Mas Arief, sapaan akrab Bupati Blora mengatakan, santunan tersebut bersumber dari infak dan sedekah umplung ASN yang dihimpun melalui Baznas Blora. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial.
“Melalui Gastra ini, kami menyalurkan infak dan sedekah umplung dari ASN yang telah dihimpun Baznas untuk membantu adik-adik yatim piatu. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujar Mas Arief.
Menurut Mas Arief, Gastra tidak sekadar menjadi agenda rutin ibadah, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar Kabupaten Blora senantiasa diberikan keselamatan, kemajuan, dan kesejahteraan.
Mas Arief mengapresiasi konsistensi ASN yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui gerakan sedekah umplung. Menurutnya, kebiasaan berbagi tersebut perlu terus dipelihara karena kontribusi kecil yang dikumpulkan bersama dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Selain santunan anak yatim, penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui Baznas Blora juga menunjukkan potensi besar. Mas Arief menyebut penerimaan ZIS saat ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,4 miliar setiap bulan.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu warga kurang mampu serta masyarakat yang terdampak bencana.
Karena itu, Mas Arief meminta Baznas bergerak cepat dalam merespons kebutuhan masyarakat, terutama ketika terjadi bencana yang membutuhkan penanganan segera.
“Saya minta Baznas segera turun menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Data penerima harus segera disiapkan agar kita bisa bergerak bersama dan bantuan tidak terlambat,” tegasnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para penerima santunan. Salah satunya Muhammad Syariat Rozin Bazil Amin, anak yatim asal Desa Brumbung, Kecamatan Jepon. Ia mengaku senang sekaligus gugup karena mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di pendapa rumah dinas bupati dan menerima santunan secara langsung.
“Senang sekali, sekaligus deg-degan. Saya tidak menyangka bisa masuk pendapa dan bertemu langsung dengan Bupati,” ungkapnya.
Melalui gerakan Gastra dan sedekah umplung, Pemkab Blora bersama Baznas berharap semangat berbagi di kalangan ASN terus tumbuh. Tidak hanya membantu anak yatim piatu, gerakan tersebut juga diharapkan memperluas jangkauan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. ***(Adv/Ely/Dinkominfo)











